11 Kreator Indonesia Berlaga di TikTok Awards Southeast Asia 2026: Atta Halilintar-Tasya Farsya

kumparan.com
40 menit lalu
Cover Berita

Sebanyak 11 kreator terpilih untuk mewakili Indonesia dalam TikTok Awards Southeast Asia 2026. Mereka akan bersaing dengan kreator dari lima negara Asia Tenggara lainnya dalam ajang yang untuk pertama kalinya digelar di tingkat regional pada 27 November 2026 di Bali.

Dengan mengusung tema “The Ones Who Spark It,” 11 kreator tersebut terpilih melalui pemungutan suara yang berlangsung selama dua minggu, dari 12 Oktober hingga 26 Oktober.

Mereka akan mewakili Indonesia dalam 11 kategori penghargaan, yakni TikTok Live Creator of the Year, Tokopedia & TikTok Shop Creator of the Year, Lifestyle Creator of the Year, Education Creator of the Year, Food Creator of the Year, Sports Creator of the Year, Entertainment Creator of the Year, Beauty & Fashion Creator of the Year, Popular Video of the Year, Rising Creator of the Year, dan Creator of the Year.

General Manager Content Operations Southeast Asia TikTok Angga Anugrah Putra mengatakan, TikTok Awards Southeast Asia 2026 menjadi penyelenggaraan perdana penghargaan tersebut di tingkat regional.

“Jadi ini kali pertama kami membuat TikTok Awards ini di level regional. It’s the very first time we have TikTok Awards Southeast Asia 2026. Nah itu bedanya sama TikTok Awards tahun sebelumnya, ini kami menggabungkan enam negara di Asia Tenggara. Which is Indonesia, Thailand, Vietnam, Philippines, Malaysia, dan Singapura,” kata Angga saat ditemui wartawan dalam agenda konferensi pers Road to TikTok Awards Southeast Asia 2026 di Gandaria City, Jakarta Selatan, Jumat (6/11).

Angga menjelaskan, pemilihan kreator dilakukan melalui beberapa tahapan. TikTok terlebih dahulu melakukan seleksi di masing-masing negara dengan mempertimbangkan kualitas konten, konsistensi, dan dampak kreator terhadap komunitas. Setelah itu, kreator yang terpilih masuk ke tahap pemungutan suara oleh masyarakat.

“Jadi prinsip yang pertama itu saringannya di lokal dulu. Karena kan nggak mungkin kita langsung semuanya dijadiin satu. Jumlah usernya beda, populasinya beda. Jadi kami berangkat dari lokal dulu,” jelas Angga.

“Ada saringan satu itu, ya kami lihat quality kontennya, konsistensinya, impact-nya, gitu kan,” sambungnya.

Ia mengungkap, TikTok juga memberikan kesempatan kepada kreator baru untuk masuk dalam nominasi penghargaan.

“Dan kami juga meskipun ini semacam formatnya champions league ya, tapi kami juga menggabungkan konten kreator yang konsisten tapi memberikan kesempatan kepada kreator yang memang baru juga. Makanya ada kategori Rising Star, ada Populer Video juga. Nah itu saringan pertamanya,” terang Angga.

Setelah melalui seleksi, masyarakat turut menentukan kreator yang terpilih melalui pemungutan suara. Angga menyebut, TikTok menerima lebih dari 11 juta suara dari masyarakat Indonesia selama periode voting.

“Terpilih, lalu kemudian ada vote kan. Itu yang selama dua minggu, 11 juta suaranya masuk. Nah dari sana, nanti hari ini kita akan reveal siapa yang akan mewakili dari Indonesia berkompetisi di level Asia Tenggara. Nanti ada penjurian,” katanya.

Pada tahap regional, para kreator akan kembali dinilai oleh dewan juri yang berasal dari sejumlah pihak. Menurut Angga, proses penjurian dilakukan untuk memastikan penilaian tetap konsisten di tengah perbedaan karakteristik setiap negara.

“Jadi untuk memastikan bahwa kami akan bisa menangkap nuances-nya, gitu kan. Terlepas perbedaan di setiap market, dan menghadirkan penilaian yang konsisten juga,” papar dia.

Angga menilai ajang regional ini juga menjadi kesempatan bagi kreator Indonesia untuk memperluas jangkauan audiens dan membangun kolaborasi dengan kreator dari negara lain.

“Teman-teman kreator dari Indonesia itu pinter banget kalau udah ngebangun konten yang terkait sehari-hari gitu ya. Jadi mudah banget diterima, bahkan diterima sama pasar luar,” ujarnya.

Dia pun berharap, pertemuan kreator dari enam negara dalam ajang tersebut dapat membuka peluang kolaborasi dan mempertemukan mereka dengan audiens baru di Asia Tenggara.

“Yang mudah-mudahan ketika kami membuat TikTok Awards di versi regional ini semakin membuka banyak kesempatan buat kreators Indonesia juga punya audience yang lebih luas. Bisa berkolaborasi sama kreator dari negara lain juga,” tutur dia.

TikTok Awards Southeast Asia 2026 akan digelar di Bali pada 27 November mendatang. Kata Angga, seluruh nominasi dari enam negara akan hadir dalam acara tersebut.

“Bedanya ya biasanya ini per market, nanti akan langsung enam market. Jadi akan disajikan juga dalam bahasa Inggris dan akan ada penampilan dari perwakilan-perwakilan dari setiap negara juga,” ungkapnya.

Sementara itu, kreator Erika Richardo yang terpilih sebagai Creator of the Year mengaku antusias dapat mengikuti ajang regional tersebut. Ia menyebut kesempatan itu sebagai pencapaian baru dalam perjalanan kariernya sebagai kreator.

“Happy banget karena ini first time juga TikTok Awards di Southeast Asia, kita bersama-sama gabung langsung ke kreator jadi ini salah satu apa ya pencapaian terbaru juga sih, nggak cuman di Indonesia tapi masuk ke ajang internasional juga,” tutur Erika.

Erika turut membagikan pesan bagi kreator pemula yang ingin mengembangkan kontennya di TikTok.

“Yang penting konsisten dan tahu ke depannya tuh mau jadi apa sih,” ucapnya.

Selain itu, Kreator Tasya Farasya yang terpilih sebagai Beauty & Fashion Creator of the Year juga mengaku bersyukur mendapat kesempatan mewakili Indonesia di tingkat Asia Tenggara.

Ia pun berharap dapat memberikan penampilan terbaik dalam kompetisi regional itu.

“Senang banget, alhamdulillah bersyukur banget, pokoknya super excited. Deg-degan ya, semoga aku bisa memberi yang terbaik,” ungkap Tasya.

Dia juga membagikan pesan bagi kreator pemula yang ingin mulai berkarya di TikTok.

“Tetap semangat, pantang menyerah, tetap konsisten kalian pasti bisa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, nama Atta Halilintar juga terpilih sebagai Tokopedia & TikTok Shop Creator of the Year. Atta menyebut pencapaian tersebut bukan semata karena kehebatan dirinya, melainkan berkat pertolongan dan kehendak Tuhan.

“Alhamdulillah perasaannya pasti senang, pasti ini award bukan karena saya hebat tapi karena Allah yang nolongin saya, Allah yang menghendaki saya bisa dapat piala ini,” jelas Atta.

Dia kemudian menyampaikan rasa terima kasihnya kepada keluarga dan para penggemarnya yang terus mendukung perjalanan kariernya.

“Terima kasih untuk keluarga saya tercinta, untuk istri saya, untuk anak-anak saya, untuk Ameena, untuk Azura, untuk orang tua saya, dan untuk semua temen-temen online yang support saya sampai hari ini,” pungkasnya.

Adapun 11 kreator Indonesia yang terpilih untuk berkompetisi di ajang TikTok Southeast Asia Awards 2026 adalah:

1. Jasun Marju - TikTok Live Creator of the Year

2. Atta Halilintar - Tokopedia & TikTok Shop Creator of the Year

3. Shadira Firdausi - Lifestyle Creator of the Year

4. Andrea Novita - Education Creator of the Year

5. Onebitebigbite - Food Creator of the Year

6. Rolan Sihombing - Sports Creator of the Year

7. Hansen Vendiagus - Entertainment Creator of the Year

8. Tasya Farasya - Beauty & Fashion Creator of the Year

9. Kiara Virly - Popular Video of the Year

10. Andersen Sisters - Rising Creator of the Year

11. Erika Richardo - Creator of the Year


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dorong Pangan Berkelanjutan, Lahan Pertanian Organik Naik 24 Persen
• 16 jam lalu
0
thumb
Lindungi Ternak dari PMK, Vaksinasi Sapi Digencarkan di Jakarta
• 4 jam lalu
0
thumb
Klasemen Liga Voli Korea 2026/2027: Bungkam Juara BErtahan, IBK Altos Tempel Ketat Pink Spiders di Posisi Puncak
• 7 jam lalu
0
thumb
IHSG Dibuka Anjlok 74,43 Poin ke Level 4.955 pada Jumat Pagi, Indeks LQ45 Turut Melemah
• 16 jam lalu
0
thumb
Bayar Iuran Sebelum Tanggal 10, BPJS Kesehatan Ajak Peserta Jaga Keaktifan JKN
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.