Jakarta, VIVA - Polemik demonstrasi yang menyerukan pemboikotan Ruben Onsu memasuki babak baru. Seorang pria bernama Saepul alias Epul akhirnya muncul dan menyampaikan permintaan maaf kepada sang presenter. Dalam pengakuannya, ia menyebut aksi demonstrasi yang berlangsung pada 5 November 2026 itu dilakukan setelah dirinya diminta oleh seseorang berinisial A untuk mengerahkan massa.
Video permintaan maaf tersebut dibagikan Ruben melalui media sosial. Pengakuan Saepul sekaligus memunculkan dugaan adanya pihak lain yang berada di balik aksi demonstrasi tersebut. Ruben pun memberikan respons dengan menyinggung kemungkinan adanya upaya terorganisasi untuk menjatuhkan dirinya, bukan hanya melalui demonstrasi, tetapi juga serangan terhadap sejumlah program dan perusahaan yang bekerja sama dengannya.
Melalui unggahannya, Ruben mempertanyakan tujuan di balik rangkaian aksi tersebut. Ia juga menyebut nama seseorang yang diduga memiliki keterkaitan dengan persoalan itu.
"Nah kannn !!! Ooogitu, selain demo ada jasa serang2 setiap program dan brand2 yg ada saya nya dan serang Company yg bekerjasama dgn saya sbg BA ya gitu sampai target nya saya di cut gitu ya ??? Lanjut demo ke Transtv dgn buat rusuh !!! nih inisial A itu Aqil Maulidan ya ?? kemana dia kok jd dia yg ngilang ???" tulis Ruben Onsu yang dikutip dari Instagram pada Sabtu (7/11/26).
Saepul Mengaku Hanya Diminta Membawa MassaDalam video yang beredar, Saepul menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Ruben. Ia mengakui telah membawa sejumlah orang untuk mengikuti demonstrasi, tetapi mengklaim tidak mengetahui secara pasti tujuan aksi tersebut.
"Saya Saipul, saya meminta maaf kepada Ko Ruben Onsu atas kegaduhan di tanggal 5 dari Kamis di depan Trans TV Saya minta maaf yang sebesar-besarnya karena saya sudah membawa masa tapi saya sendiri tidak bermaksud untuk membuat kegaduhan tersebut karena sebelumnya saya diminta oleh salah satu oknum yang berinisial A untuk membawa pesanan massa dan saya pun tidak tahu tujuannya untuk Ko Ruben karena saya hanya dikasih tahu soal pi, harga, dan titiknya saja," ungkap Saepul.






Komentar (0)