Hubungan Prabowo & Jokowi Tamat Gegara Skandal Penyadapan, Nasib Gibran Terancam

jpnn.com
14 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai hubungan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) berakhir setelah terkuak skandal penyadapan.

Sebab, kata dia, polisi menangkap mantan Kapolri yang orang dekat Jokowi, Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP) dari kasus penyadapan.

BACA JUGA: Skandal Ijazah Tak Goyahkan Jokowi? Pengamat: Makin Ditekan, Masyarakat Malah Membela

"Hubungan Prabowo dan Jokowi berakhir setelah ditangkapnya Listyo Sigit," kata Dedi melalui layanan pesan, Jumat (6/11).

Toh, kata dia, renggangnya hubungan Prabowo-Jokowi sudah terlihat saat Kepala Negara tak merespons pertimbangan MK dan putusan MA.

BACA JUGA: Feri Amsari Sebut Hakim Bisa Memerintahkan Pemeriksaan Keaslian Ijazah Jokowi

"Ini bukti awal Prabowo tidak lagi miliki kedekatan dengan Jokowi," lanjut Dedi.

Dia mengatakan skandal penyadapan menjadi momentum terbuka Prabowo mengamputasi seluruh loyalis Jokowi di pemerintahan.

BACA JUGA: Jokowi: Tidak Semudah Itu, Jelas, Saya Sangat Tersinggung

Dedi bahkan menilai nasib Wapres RI Gibran Rakabuming Raka terancam setelah hubungan Prabowo-Jokowi berakhir.

"Nasib Gibran sebagai Wapres RI ikut terancam, bukan tidak mungkin Gibran diganti tanpa prosedur pemakzulan, karena sudah didukung oleh putusan MK dan MA," katanya.

Dedi mengatakan Prabowo bakal kesulitan menjalankan roda pemerintahan andai tak mereshuffle loyalis Jokowi di kabinet. 

"Jika Presiden tidak lakukan reshuffle yang menyasar loyalis Jokowi, ini mengkhawatirkan, bukan tidak mungkin keberadaan loyalis Jokowi menhambat kebijakan dan arah politik Presiden," kata dia.

Diketahui, kepolisian menetapkan tiga perwira tinggi (Pati) aktif Polri sebagai tersangka kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo, yakni LSP, ASN, EH, dan SU.

Sosok LSP disebut mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, ASN adalah Irjen Ahrie Sonta, EH merupakan Irjen Eko Hadi, dan SU mengarah ke Irjen Slamet Uliandi. (ast/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Get The Look: Ide Outfit Gemas untuk Plus Size ala Jourimanzky Putri
• 12 jam lalu
0
thumb
AHY Sebut Pembangunan Underpass Bitung Capai 70,7 Persen, Ditargetkan Rampung Februari 2027
• 20 jam lalu
0
thumb
Miyeon i-dle hingga Code Kunst Kembali Jadi Panelis untuk My Siblings Romance 2
• 17 jam lalu
0
thumb
JAFF 2026 Usung Tema "Influx", Hadirkan 254 Film dari 34 Negara
• 6 jam lalu
0
thumb
KPK Sebut Bobby Rasyidin Kooperatif Kembalikan Uang, Tak Terkait PT KAI
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.