Pantau - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengungkapkan bahwa wisata golf menjadi salah satu daya tarik utama Indonesia bagi wisatawan asal Korea Selatan, dengan Bali dan Batam sebagai destinasi favorit untuk menikmati olahraga tersebut.
Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, mengatakan bahwa wisata bahari dan golf merupakan dua sektor pariwisata yang paling diminati wisatawan Korea Selatan saat berkunjung ke Indonesia.
"Kekuatan (pariwisata Indonesia) itu sebenarnya di bahari dan golf ya kalau untuk wisatawan Korea, karena dalam setahun itu bisa banyak yang bermain golf terus," kata Nia saat ditemui ANTARA di Jakarta, Jumat.
Menurut Nia, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata golf karena didukung iklim tropis yang memungkinkan wisatawan bermain sepanjang tahun.
Kondisi cuaca yang relatif hangat menjadi keunggulan Indonesia dibandingkan Korea Selatan, terutama ketika musim dingin membatasi aktivitas golf di negara tersebut.
Keunggulan ini juga menarik perhatian pemain golf profesional asal Korea Selatan yang membutuhkan lokasi latihan dengan kondisi cuaca mendukung sepanjang tahun.
"Kalau yang untuk profesional, itu kan terganggu mainnya saat musim dingin. Itu keuntungan bermain di kita karena sepanjang tahun itu cuacanya bagus," ujar Nia.
Bali dan Batam Jadi Favorit, Labuan Bajo Mulai Dilirik Wisatawan KoreaNia mengungkapkan bahwa Bali dan Batam menjadi dua destinasi unggulan bagi wisatawan Korea Selatan yang ingin menikmati wisata golf sekaligus keindahan alam Indonesia.
Selain golf, wisatawan Korea Selatan juga menunjukkan ketertarikan terhadap wisata bahari dan berbagai kegiatan wisata petualangan.
Salah satu kawasan yang mulai menarik perhatian adalah Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang popularitasnya terus meningkat di sejumlah pasar wisatawan mancanegara.
Menurut Nia, Labuan Bajo memiliki potensi untuk menarik lebih banyak wisatawan Korea Selatan melalui pengembangan wisata bahari dan petualangan.
Di samping kedua sektor tersebut, kegiatan pertemuan, perjalanan insentif, konferensi, dan pameran atau Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) juga menjadi salah satu kekuatan pasar wisatawan Korea Selatan.
Potensi sektor MICE didukung keberadaan berbagai perusahaan Korea Selatan yang menjalankan kegiatan usaha di Indonesia.
"Labuan Bajo itu sebenarnya mulai naik ya (peminatnya) untuk beberapa pasar, tapi memang aktivitasnya kalau Korea kuat di bahari, golf dan MICE karena banyak perusahaan Korea (di sini)," kata Nia.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan paket wisata yang menggabungkan kegiatan bisnis, olahraga golf, dan wisata bahari.
Kemenpar Promosikan Lapangan Golf Cikarang dan Bogor kepada Wisatawan KoreaSebelumnya, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menyampaikan bahwa pemerintah telah memperkenalkan sejumlah destinasi dan fasilitas wisata golf unggulan Indonesia kepada wisatawan Korea Selatan.
Pengenalan tersebut dilakukan melalui program familiarization trip atau famtrip, yakni perjalanan pengenalan destinasi untuk memperlihatkan secara langsung potensi dan fasilitas pariwisata Indonesia.
Program ini menjadi salah satu strategi Kemenpar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Korea Selatan sekaligus memperkuat daya saing Indonesia dalam industri wisata golf internasional.
Sejumlah destinasi golf yang diperkenalkan melalui program tersebut berada di kawasan Cikarang dan Kota Bogor, Jawa Barat.
Kedua kawasan itu dipromosikan sebagai destinasi wisata golf unggulan yang menawarkan fasilitas dan lapangan golf bagi wisatawan mancanegara.
Made menilai Indonesia memiliki sejumlah keunggulan untuk bersaing dengan negara lain dalam menarik wisatawan golf internasional.
Keunggulan tersebut meliputi kekayaan alam, kualitas lapangan golf berstandar internasional, serta keramahan budaya masyarakat setempat.
"Dengan kekayaan alam, kualitas lapangan golf berstandar internasional, serta keramahan budaya lokal, Indonesia siap menjadi pilihan utama bagi wisatawan golf dunia," ujar Made.
Kunjungan Wisatawan Korea Selatan Turun 10,96 Persen pada September 2026Di tengah upaya pengembangan wisata golf, jumlah kunjungan wisatawan asal Korea Selatan ke Indonesia tercatat mengalami penurunan secara tahunan pada September 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan Korea Selatan ke Indonesia pada September 2026 mencapai 37.047 kunjungan.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan September 2025 yang mencatat 41.605 kunjungan wisatawan asal Korea Selatan.
Dengan demikian, terjadi penurunan sebanyak 4.558 kunjungan atau sekitar 10,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut menjadi salah satu tantangan bagi sektor pariwisata Indonesia dalam mempertahankan dan meningkatkan kunjungan wisatawan dari pasar Korea Selatan.
Melalui promosi wisata golf, pengenalan destinasi unggulan, serta pelaksanaan program famtrip, Kementerian Pariwisata berupaya menarik lebih banyak wisatawan Korea Selatan ke Indonesia.
Pengembangan wisata golf juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga internasional dengan memanfaatkan keunggulan iklim tropis, fasilitas golf, dan kekayaan alam.





Komentar (0)