Selat Hormuz Membara, 2 Kapal Tanker Minyak Terbakar

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi (via REUTERS/ROYAL THAI NAVY)

Jakarta, CNBC Indonesia - Garda Revolusi Iran mengklaim dua kapal tanker minyak terbakar di Selat Hormuz setelah menabrak ranjau saat mencoba melintasi jalur perairan tersebut. Insiden ini terjadi sehari setelah Teheran melaporkan lima kapal tanker lainnya dan sebuah kapal tunda terbakar dalam kejadian serupa.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah pada Jumat (6/11/2026), Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut kedua kapal tersebut melanggar aturan pelayaran dan menggunakan rute yang tidak diizinkan.


Baca: Kalah Pemilu Sela AS, Trump Tiba-Tiba Bertemu Utusan Putin, Ada Apa?

"Dua kapal tanker minyak yang melanggar aturan ... menabrak ranjau saat mencoba melintas melalui rute yang tidak sah," demikian pernyataan IRGC, seperti dikutip AFP.

IRGC menuduh kedua kapal mematikan seluruh sistem navigasi dan identifikasi sebelum mencoba meninggalkan Selat Hormuz dengan dukungan militer Amerika Serikat (AS).

"Namun, setelah menabrak ranjau, kapal-kapal itu terbakar dan akhirnya berhenti," lanjut pernyataan tersebut.

Baca: Eropa Diserang! Ramai-Ramai Maskapai Diancam Bom-Jet Tempur Turun

Sehari sebelumnya, media Iran juga melaporkan lima kapal tanker minyak dan sebuah kapal tunda terbakar di kawasan yang sama. Namun, hingga laporan ini disusun, belum ada konfirmasi dari otoritas maritim mengenai rangkaian insiden tersebut, termasuk klaim terbaru Garda Revolusi Iran.

Ketegangan di Selat Hormuz meningkat sejak perang Timur Tengah pecah pada 28 Februari. Teheran berupaya membatasi lalu lintas kapal di jalur strategis yang biasanya dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak dunia, sementara AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan mengawal kapal tanker yang melintasi selat tersebut.

Di tengah situasi itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya menyatakan telah membantu negara-negara Teluk mengekspor 1,5 miliar barel minyak melalui Selat Hormuz sejak musim panas. Militer AS juga baru-baru ini mengklaim seluruh ranjau di jalur perairan tersebut telah dibersihkan, sebuah pernyataan yang bertolak belakang dengan klaim terbaru Garda Revolusi Iran.

Baca: Thailand Gabung 33 Negara Siaga, Warga Siapkan Tas Darurat 72 Jam


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Kapal Tanker Gas Qatar Mendadak Diserang di Perairan Teluk

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KPK: Penyitaan Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin di Agustus 2025
• 7 jam lalu
0
thumb
Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Bakal Naik, Berlaku 2027?
• 21 jam lalu
0
thumb
Praperadilan Bahtiar Baharuddin: Kejati Sulsel Tegaskan Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP, Didukung Alat Bukti Baru yang Sah
• 9 jam lalu
0
thumb
Anggota Komisi III Apresiasi Polres Mojokerto soal Kasus TPPO 21 WNA: Harus Bongkar Jaringannya
• 11 jam lalu
0
thumb
Dokter Tifa Ungkap 3 Kejanggalan Kesaksian Jokowi
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.