CSR Expo 2026 Jadi Ajang Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha, Makassar Bidik Pembangunan Berkelanjutan

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mendorong penguatan kolaborasi dengan dunia usaha melalui pelaksanaan CSR Expo 2026 sebagai upaya memperbesar kontribusi sektor swasta terhadap pembangunan daerah.

Kegiatan yang digelar di Atrium Mall Panakkukang, Jumat (6/11/2026), tersebut mempertemukan pemerintah, perusahaan, dan masyarakat untuk memperkenalkan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

CSR Expo yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-419 Kota Makassar ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pameran kegiatan perusahaan, tetapi juga ruang untuk membangun kerja sama yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Makassar, Zainal Ibrahim.

Dalam sambutannya, Zainal menegaskan bahwa pembangunan Kota Makassar membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan pemerintah daerah.

Menurutnya, dunia usaha, masyarakat, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya memiliki peran penting dalam mendukung penyelesaian berbagai persoalan pembangunan.

“Pembangunan Kota Makassar bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kota, pembangunan membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi sinergis dengan dunia usaha, masyarakat, akademisi dan berbagai pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.

Zainal menekankan, program CSR harus ditempatkan sebagai instrumen kolaborasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat, bukan hanya sebatas kegiatan pemberian bantuan atau pemenuhan kewajiban perusahaan.

“CSR bukan sekadar kewajiban perusahaan melalui pemberian bantuan, tetapi merupakan wujud tanggung jawab dan komitmen dunia usaha untuk turut mengambil bagian dalam menyelesaikan berbagai permasalahan pembangunan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebut Makassar masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan yang membutuhkan penanganan bersama.

Persoalan tersebut meliputi kemacetan, kemiskinan, pengangguran, stunting, hingga berbagai persoalan lingkungan yang memerlukan dukungan lintas sektor.

Karena itu, kontribusi perusahaan melalui program CSR diharapkan dapat diarahkan pada kebutuhan prioritas masyarakat, terutama dalam mendukung percepatan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran.

Zainal juga berharap perusahaan tidak hanya menjalankan program berdasarkan kepentingan internal, tetapi turut menyelaraskannya dengan kebutuhan pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

CSR Diintegrasikan dengan Prioritas Pembangunan

Menurut Zainal, CSR Expo 2026 memiliki peran lebih luas daripada sekadar ruang promosi program tanggung jawab sosial perusahaan.

Kegiatan ini juga menjadi wadah komunikasi, konsultasi, dan penjajakan kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat.

Melalui forum tersebut, Pemkot Makassar ingin mendorong agar berbagai program CSR perusahaan dapat terintegrasi dengan prioritas pembangunan daerah sehingga pelaksanaannya lebih tepat sasaran.

Penguatan koordinasi dinilai penting agar kontribusi perusahaan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung dengan program pemerintah.

Selain koordinasi, pemerintah juga mendorong adanya fasilitasi, pemantauan, dan evaluasi terhadap program CSR yang dilaksanakan di Kota Makassar.

Dengan mekanisme tersebut, manfaat program diharapkan dapat diukur dan dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Sehingga kontribusi perusahaan di Kota Makassar dapat betul-betul tepat sasaran dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya,” tuturnya.

Pertumbuhan Ekonomi Makassar Capai 7,04 Persen

Dalam kesempatan itu, Zainal turut memaparkan perkembangan ekonomi Kota Makassar berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Makassar pada triwulan pertama 2026 mencapai 6,6 persen, kemudian meningkat menjadi 7,04 persen pada triwulan kedua.

Sementara itu, realisasi investasi yang masuk ke Makassar juga disebut telah mencapai sekitar Rp5 triliun berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Menurut Zainal, capaian pertumbuhan ekonomi dan investasi tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kesempatan kerja agar dampaknya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Pertumbuhan dunia usaha diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan memperbaiki kesejahteraan warga.

“Kalau dunia usaha semakin bertumbuh, masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan yang layak, sehingga bisa menurunkan tingkat pengangguran kita yang tahun lalu masih ada di angka 9,80 persen,” ungkapnya.

Karena itu, keterlibatan perusahaan melalui program CSR juga diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas kesempatan ekonomi masyarakat.

Libatkan Perusahaan dan Berbagai Mitra Pembangunan

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Makassar, Ansaruddin, menjelaskan bahwa CSR Expo 2026 dirancang sebagai ruang pertemuan antara pemerintah, perusahaan, dunia usaha, dan masyarakat.

Kegiatan tersebut melibatkan perusahaan yang beroperasi di Makassar, perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai mitra pembangunan.

Rangkaian acara diisi dengan pameran program CSR perusahaan, talkshow dan diskusi mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP), serta pengenalan berbagai inovasi.

Selain itu, terdapat pula kegiatan edukatif, perlombaan masyarakat, hingga pemberian apresiasi kepada perusahaan yang dinilai berkontribusi dalam pembangunan Kota Makassar.

Melalui berbagai agenda tersebut, CSR Expo diharapkan dapat memperluas komunikasi antara pemerintah dan sektor swasta sekaligus membuka peluang kerja sama baru.

Pemkot Makassar berharap kegiatan ini menjadi langkah untuk membangun pola kemitraan yang lebih kuat sehingga program tanggung jawab sosial perusahaan dapat memberikan dampak nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Dengan demikian, pembangunan kota tidak hanya bertumpu pada anggaran pemerintah, tetapi juga didukung kontribusi dunia usaha dan partisipasi masyarakat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Reaksi Erick Thohir soal Pemain Liga Spanyol yang Meninggal Akibat Benturan Pemain
• 7 jam lalu
0
thumb
Pangkogabwilhan III Pimpin Patroli Udara dan Tinjau Pos TNI di Intan Jaya
• 14 jam lalu
0
thumb
Istana Waspadai Musuh dalam Selimut Usai Dugaan Penyadapan Prabowo
• 7 jam lalu
0
thumb
BINA Private Placement 350 Juta Saham, Dua Entitas Anthoni Salim Jadi Pembeli
• 16 jam lalu
0
thumb
Sambut HUT ke-419 Makassar, Whiz Prime Tawarkan Promo Kamar dan Kuliner
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.