Di era digital, data pribadi telah menjadi salah satu aset berharga yang bisa dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Informasi seperti nomor telepon, alamat email, kata sandi, hingga data keuangan dapat menjadi sasaran penjahat siber untuk melakukan pencurian identitas, mengambil alih akun, atau menjalankan penipuan dengan mengatasnamakan orang lain.
Karena itu, melindungi data pribadi tidak cukup hanya dengan menghindari situs mencurigakan. Setiap individu juga perlu membangun kebiasaan digital yang lebih aman agar informasi penting tidak mudah diakses atau disalahgunakan pihak lain.
Melansir laman Digitama Consulting pada Jumat, 6 November 2026, berikut beberapa cara untuk melindungi data pribadi agar tidak mudah disadap, dicuri, maupun dimanfaatkan untuk penipuan digital.
Baca Juga :
Bank Ingatkan Belanja Pakai AI Bisa Buka Celah Penipuan dan Kebocoran Data
Kata sandi menjadi lapisan perlindungan pertama untuk mengamankan akun digital. Gunakan password yang kuat dan unik untuk setiap akun dengan mengkombinasikan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol dengan susunan yang sulit ditebak. Hindari menggunakan informasi pribadi seperti tanggal lahir, nama lengkap, atau nomor telepon.
Jika kesulitan mengingat banyak kata sandi, gunakan password manager terpercaya untuk menyimpan dan mengelolanya dengan lebih aman.
2. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)
Langkah tambahan yang bisa dilakukan adalah mengaktifkan autentikasi dua faktor atau Two-Factor Authentication (2FA). Fitur ini memberikan lapisan keamanan tambahan dengan meminta verifikasi kedua ketika seseorang mencoba masuk ke akun.
Dengan adanya 2FA, seseorang tidak bisa langsung mengakses akun hanya bermodalkan kata sandi. Namun, pengguna juga perlu menjaga kerahasiaan kode verifikasi dan tidak memberikannya kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas layanan resmi.
3. Jangan Sembarangan Membuka Link dan Email
Modus penipuan digital sering kali memanfaatkan kelengahan pengguna melalui tautan dan pesan palsu. Pelaku biasanya menyamar sebagai pihak resmi, seperti bank, perusahaan ekspedisi, layanan pemerintah, atau platform digital. Pesan yang dikirim bisa berisi pemberitahuan hadiah, tagihan, pemblokiran akun, hingga permintaan verifikasi data yang mendesak.
Karena itu, jangan terburu-buru membuka tautan atau mengunduh lampiran dari pengirim yang tidak dikenal. Periksa alamat situs dan identitas pengirim sebelum memberikan informasi apa pun.
Baca Juga :
QRIS Bisa Jadi Celah Penipuan, Ini 4 Cara Aman Sebelum Scan KodeSaat menggunakan Wi-Fi gratis hindari mengakses layanan yang memuat informasi sensitif, karena jaringan publik yang tidak aman berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk memantau atau mencegat lalu lintas data pengguna. Pastikan juga perangkat hanya terhubung ke jaringan resmi dan jangan sembarangan menyetujui permintaan koneksi.
Risikonya bisa semakin besar jika seseorang mengakses layanan penting tanpa memastikan keamanan koneksinya. Misalnya, membuka akun keuangan atau memasukkan informasi pribadi melalui jaringan yang tidak terlindungi.
5. Batasi Informasi Pribadi yang Dibagikan di Media Sosial
Selektif sebelum mengunggah sesuatu ke media sosial. Hindari membagikan alamat rumah, nomor telepon, dokumen identitas, informasi finansial, maupun lokasi secara real-time kepada publik.
Informasi yang terlihat sederhana dapat dikumpulkan untuk menyusun profil seseorang, menebak jawaban keamanan akun, atau membuat skenario penipuan yang lebih meyakinkan.
6. Rutin Memperbarui Perangkat dan Aplikasi
Pastikan perangkat menggunakan versi sistem operasi terbaru yang masih didukung. Unduh aplikasi hanya melalui toko aplikasi resmi dan periksa kembali izin akses yang diminta, terutama untuk kamera, mikrofon, lokasi, dan kontak.
Jika menemukan aplikasi yang tidak dikenal atau tidak lagi digunakan, pertimbangkan untuk menghapusnya. Langkah ini membantu mengurangi potensi akses yang tidak diperlukan terhadap informasi di perangkat. (Wisa Irena Br Sitepu)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Takut Disadap dan Jadi Korban Penipuan? Ini 6 Cara Melindungi Data Pribadi Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/aNr1PDWK-takut-disadap-dan-jadi-korban-penipuan-ini-6-cara-melindungi-data-pribadi
(ANN)






Komentar (0)