jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyebut dalang skandal penyadapan terhadap Presiden RI Prabowo Subianto harus diusut.
Sebab, kata dia, skandal penyadapan yang melibatkan tiga perwira tinggi (Pati) Polri sebagai bentuk pengkhianatan terhadap pemerintah dan negara.
BACA JUGA: Prabowo Tahu Disadap dari Laporan Kapolri Jenderal Suyudi
"Layak disebut upaya pengkhianatan pada pemerintah dan negara, harus diusut hingga dalang tertingginya," ujar Dedi melalui layanan pesan, Kamis (5/11).
Diketahui, kepolisian menetapkan tiga perwira tinggi (Pati) aktif Polri sebagai tersangka kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo, yakni LSP, ASN, dan EH.
BACA JUGA: Prabowo, Fadli Zon, Prasetyo Hadi, dan Seskab Teddy Bertemu, Lihat! Ini yang Dibahas
LSP merupakan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, ASN adalah Irjen Ahrie Sonta, dan EH ialah Irjen Eko Hadi.
Dedi menyoroti hubungan politik Listyo dengan Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) dalam membaca kemungkinan motif dan penerima manfaat kasus penyadapan.
BACA JUGA: Listyo Sigit Dkk Dikenakan Pasal Makar? Ini Kata Menko Yusril
"Melihat loyalitas Listyo Sigit sejauh ini cukup kuat ke Jokowi, sehingga memungkinkan penerima manfaat penyadapan mengarah ke Jokowi," lanjut dia.
Pengamat politik itu menilai Jokowi layak dimintai klarifikasi dan keterangan dari skandal penyadapan yang melibatkan Listyo.
"Apa urgensi Listyo lakukan itu jika bukan untuk kepentingan kuasa?" katanya.
Dedi menuturkan dugaan tersebut perlu ditelusuri melalui proses hukum. Pihak yang terbukti melanggar tentu harus bertanggung jawab.
Dedi memandang terbongkarnya skandal penyadapan berpotensi memengaruhi konsolidasi politik Presiden Prabowo.
Menurutnya, situasi ini dapat menjadi momentum bagi Prabowo untuk melakukan perombakan besar dalam struktur pemerintahan.
Terutama, kata Dedi, mengevaluasi figur-figur yang dinilai masih memiliki kedekatan politik dengan Jokowi.
"Terkuaknya skandal ini jelas akan memengaruhi konsolidasi Presiden, bukan tidak mungkin akan dilakukan perombakan besar, utamanya mengamputasi seluruh loyalis Jokowi di pemerintahan, atau sekurangnya menyisakan sepulih persen saja untuk menjaga muruah Jokowi," ujarnya. (ast/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
BACA ARTIKEL LAINNYA... Boyamin Saiman Layangkan Protes kepada Kepala BGN dan Presiden soal Kebijakan MBG
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Aristo Setiawan





Komentar (0)