Tak Cukup Rekor Kelompok Umur di IOAC 2026, Harlin E. Rahardjo Punya Target Lebih Besar

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Ketua Harian Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB Akuatik Indonesia), Harlin E. Rahardjo, berharap deretan rekor yang tercipta dalam Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2026 tidak berhenti sebagai pencapaian di level kelompok umur. Dia ingin prestasi para perenang muda menjadi modal untuk menembus persaingan yang lebih tinggi, termasuk di ajang internasional.

Dalam wawancara di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (6/11/2026), Harlin mengapresiasi penyelenggaraan IOAC 2026 yang berjalan lancar. Dari sisi prestasi, dia juga menyoroti tujuh pemecahan rekor nasional yang menjadi salah satu catatan positif kejuaraan tersebut.

Baca Juga :
Adelia Chantika Pecahkan Rekor Nasional di IOAC 2026, SEA Games 2027 Jadi Target Berikutnya
Samuel Maxson Dapat Kesempatan Student-Athlete di Amerika, Siapkan Langkah Menuju Olimpiade 2028

Menurut Harlin, capaian itu menunjukkan adanya perkembangan dari para atlet junior Indonesia. Namun, pekerjaan PB Akuatik Indonesia tidak berhenti setelah para perenang berhasil mencatatkan rekor baru di level kelompok umur.

Dia menilai para atlet masih perlu mengasah kemampuan melalui kompetisi yang lebih kompetitif, terutama dengan menghadapi perenang dari luar negeri.

Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2026
Photo :
  • Abdul Aziz Masindo/VIVA.co.id

"Kita tidak ingin mereka cuma jago kandang. Mereka di sini sudah yang terbaik, tetapi di Asia Tenggara, Asia, bahkan dunia, mereka harus bersaing dengan perenang-perenang lain," kata Harlin.

Harlin menegaskan, IOAC 2026 merupakan langkah positif dalam pembinaan atlet. Meski demikian, hasil kejuaraan tersebut harus ditindaklanjuti melalui program pengembangan yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

Dia juga menyoroti pentingnya menjaga perkembangan atlet sejak usia muda. Harlin mencontohkan seorang perenang kelompok umur tiga (KU-3) berusia 15 tahun yang dinilainya memiliki potensi besar. Bakat seperti itu, menurut dia, harus dijaga agar tidak mengalami penurunan performa sebelum mencapai usia puncak.

Karena itu, Harlin meminta para pelatih menerapkan konsep Long Term Athlete Development (LTAD), yakni pembinaan atlet jangka panjang yang disesuaikan dengan tahapan usia dan perkembangan kemampuan.

Dia mengingatkan agar perenang muda tidak dipaksa menjalani pola latihan seperti atlet senior hanya demi mengejar prestasi dalam waktu singkat.

"Jangan sampai layu sebelum berkembang. Itu yang menjadi pekerjaan rumah bagi para pelatih. Kita harus bisa melakukan pembinaan secara berjenjang, terstruktur, dan berkesinambungan," ujarnya.

Baca Juga :
Pecahkan Rekor di IOAC 2026, Samuel Maxson Bidik World Cup Beijing dan Olimpiade LA 2028
PB Akuatik Indonesia Hadirkan Format Baru Polo Air 4x4 di IOAC 2026
PB Akuatik Indonesia Manfaatkan IOAC 2026 untuk Persiapan SEA Games 2027

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Karangan Bunga Berjejer di Mabes Polri, Dukung Pengusutan Kasus Penyadapan Prabowo
• 1 jam lalu
0
thumb
Dokter Tifa Ungkap 3 Kejanggalan Kesaksian Jokowi
• 12 jam lalu
0
thumb
MKNT Masuk HSC, 99,64% Saham Dikuasai Segelintir Investor
• 48 menit lalu
0
thumb
Neng Eem ingatkan parpol tak kehilangan kepekaan pada persoalan rakyat
• 8 jam lalu
0
thumb
Potret Park Bo Gum yang Jadi Global Ambassador Baru Gucci
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.