Golkar Dukung RUU Penyadapan Dibahas Lagi Usai Prabowo Disadap

liputan6.com
4 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Partai Golkar memberi sinyal dukungan terhadap pembahasan kembali Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyadapan menyusul kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Golkar menilai, regulasi tersebut perlu diperjelas agar kewenangan penyadapan dijalankan sesuai prosedur dan tidak disalahgunakan.

Advertisement

BACA JUGA: Gandung Pardiman Meninggal Dunia, Sekjen Golkar: Sudah Lama Sakit

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji mengatakan, RUU Penyadapan sebenarnya pernah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Menurut dia, kasus penyadapan yang mencuat saat ini dapat menjadi momentum untuk kembali membahas urgensi pengaturan tersebut.

“Oh iya, itu dulu sudah pernah masuk Prolegnas sebenarnya. Nanti tinggal. Ini momentum untuk memperbaiki regulasi kita,” kata Sarmuji seusai menghadiri Rakornas Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) serta Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Kecerdasan Artifisial (AI) Partai Golkar 2026 di DPP Partai Golkar, Jumat (6/11/2026).

Dia berharap, aturan penyadapan nantinya dapat memastikan setiap tindakan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

“Jadi setiap kejadian pasti ada hikmahnya dan salah satu momentumnya adalah kita mungkin harus lihat lagi RUU Penyadapan kita. Biar penyadapan itu betul-betul dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Sarmuji juga mengingatkan bahwa penyadapan terhadap tokoh politik tanpa alasan yang dibenarkan dapat mengancam demokrasi dan kebebasan berekspresi. Menurut dia, praktik tersebut bisa membuat masyarakat takut berbicara maupun berkomunikasi karena khawatir percakapannya disadap dan ditafsirkan di luar konteks.

“Bayangkan betapa takutnya kalau kemudian setiap pembicaraan kita tuh disadap. Meskipun hal yang ringan bisa ditafsirkan macam-macam,” kata Sarmuji.

Dia menilai, rekaman percakapan tidak semestinya ditafsirkan begitu saja tanpa memahami konteks pembicaraan. Sebab, ucapan yang terdengar serius bisa saja hanya berupa candaan dalam percakapan sehari-hari.

 

Sekjen Partai Golkar Sarmuji

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bosowa Peduli Siapkan Tas Sekolah dan Paket Pangan untuk Peserta Donor Darah di Masjid Nur Intan
• 8 jam lalu
0
thumb
Bio Farma Buka Peluang Formulasi Kandidat Vaksin TB M72 di Indonesia
• 23 jam lalu
0
thumb
Aksi Pesepeda Gowes 1.000 Kilometer Suarakan Dukungan untuk Palestina
• 22 jam lalu
0
thumb
Kemendagri Minta Camat Kerja Super Keras Kawal Program Prioritas Presiden
• 11 jam lalu
0
thumb
Tekan Kepadatan Angkutan saat Nataru, Menhub-Menaker Bahas Rencana WFA 
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.