Kemendagri Minta Camat Kerja Super Keras Kawal Program Prioritas Presiden

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta seluruh camat di Indonesia bekerja ekstra keras dan memperkuat kolaborasi untuk memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan hingga tingkat masyarakat.

Camat di daerah terdampak bencana juga diminta tetap menjalankan peran strategis meski wilayahnya masih menjalani rehabilitasi dan rekonstruksi.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kemendagri Safrizal ZA mengatakan keberhasilan program prioritas nasional membutuhkan dukungan aktif aparat kewilayahan, mulai dari koordinasi, pendataan, fasilitasi, hingga identifikasi persoalan di lapangan.

BACA JUGA:Mendagri: Interoperabilitas UU Satu Data Indonesia Jawab Kebutuhan Pembangunan di Daerah

“Kami berharap bukan saja ekstra keras, tapi super keras,” katanya kepada awak media, Jumat (6/11/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis yang diikuti sekitar 378 camat secara langsung dan lebih dari 7.000 camat lainnya melalui daring.

Kegiatan ini memperkuat kapasitas aparat kecamatan agar mampu mendukung pelaksanaan program prioritas secara optimal.

Sejumlah program yang menjadi perhatian antara lain jaminan rumah, Makan Bergizi Gratis (MBG), pengendalian inflasi, ketahanan pangan, hingga pemberantasan penyakit tuberkulosis (TBC).

Menurut Safrizal, camat memiliki posisi penting sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah pusat dengan kebutuhan masyarakat di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.

BACA JUGA:Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Pesantren Percepat Penanggulangan TBC

Pemahaman terhadap setiap program prioritas harus diperkuat agar aparat kewilayahan dapat memberikan dukungan, memfasilitasi pelaksanaan, serta mengidentifikasi kendala yang berpotensi menghambat target.

“Ini penting sekali untuk aparat kewilayahan di tingkat kecamatan dan desa mengerti betul mengenai program prioritas Presiden ini dan kemudian memberikan support, fasilitasi, koordinasi serta identifikasi agar pelaksanaan program prioritas Presiden ini bisa terlaksana dengan baik dan mencapai sasaran dan target yang ditentukan,” ujarnya.

Sebagai contoh, dalam program pemberantasan TBC, camat diharapkan aktif berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dan aparatur terkait untuk membantu pelacakan penderita, serta memberikan edukasi mengenai pentingnya menjalani pengobatan secara konsisten hingga tuntas.

BACA JUGA:Bakom Minta Rakyat Bersatu Dukung Prabowo di Tengah Kasus Penyadapan

“Jadi pendekatan aparatur kewilayahan ini tentu kita berharap bisa memperkuat program teknis yang diberikan oleh Kementerian dan Lembaga,” jelas Safrizal.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo Sudah Terima Tuntutan Mahasiswa Trisakti soal Tritura, Termasuk Desakan Pencopotan Menhut
• 17 jam lalu
0
thumb
Ustaz Khalid Basalamah Ungkap Kisah Orang Miskin yang Menolak Emas, Pesannya Bikin Haru: Yakinlah kepada Allah
• 3 jam lalu
0
thumb
Mahfud MD Dorong Listyo Sigit Cs Dipecat Secara Tidak Hormat
• 18 jam lalu
0
thumb
Unirow Tuban Resmi Kukuhkan 752 Wisudawan, 171 Lulusan Publikasi Artikel Jurnal Sinta Tanpa Skripsi
• 7 jam lalu
0
thumb
Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Bareskrim Masih Dalami Penerapan Pasal Makar
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.