Kalah Pemilu Sela AS, Trump Tiba-Tiba Bertemu Utusan Putin, Ada Apa?

cnbcindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan konferensi pers setelah pertemuan mereka untuk merundingkan akhir perang di Ukraina, di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, di Anchorage, Alaska, AS, 15 Agustus 2025. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba-tiba mengadakan pertemuan tertutup Kamis waktu setempat dengan utusan Presiden Rusia Vladimir Putin. Hal ini setelah pejabat Rusia tersebut hadir bersama perwakilan dari Ukraina dalam sebuah acara di Gedung Putih yang diselenggarakan oleh Ibu Negara AS, Melania Trump.

Trump tidak mengungkapkan apa yang ia bahas dengan utusan Putin, Kirill Dmitriev. Namun ia memprediksi bahwa sebuah kesepakatan yang bertujuan untuk menyelesaikan perang Rusia di Ukraina mungkin akan segera tercapai.


Baca: Kronologi Bank Kolaps Buat Presiden Mundur Diperiksa Kejaksaan

Sebuah delegasi AS dijadwalkan pula untuk menengahi pembicaraan di Abu Dhabi pada tanggal 10 hingga 11 November antara perwakilan dari Rusia dan Ukraina. Berbicara kepada para wartawan di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa perang tersebut hampir mencapai penyelesaian dan bahwa pengakhirannya mungkin akan melibatkan seluruh Eropa.

"Ini akan menjadi kesepakatan besar, dan akan melibatkan lebih dari sekadar Ukraina... bahkan bisa dikatakan akan melibatkan seluruh Eropa. Ini akan menjadi kesepakatan yang besar dan indah, dan semua orang akan merasa senang," ujar Trump dikutip Reuters, Jumat (6/11/2026).

Baca: Eropa Diserang! Ramai-Ramai Maskapai Diancam Bom-Jet Tempur Turun

Trump sering kali memprediksi bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II sudah dekat meski negosiasi memang telah menunjukkan perkembangan dalam beberapa minggu terakhir. Trump menyatakan bahwa ia tidak bertemu dengan delegasi Ukraina pada hari Kamis.

Sementara itu, utusan Trump, Jared Kushner, mengatakan bahwa para pejabat AS yang bertemu di Brussel pada hari Kamis telah melakukan "diskusi yang produktif dan substantif" dengan Ukraina, NATO, dan mitra-mitra Eropa. Hal ini terkait jaminan keamanan bagi Ukraina serta arsitektur keamanan Eropa yang lebih luas.

Baca: China Desak 5 Negara Tetangga RI Tolak Campur Tangan Asing

"Kami bekerja secara intensif dengan semua pihak untuk menemukan solusi praktis yang dapat mengakhiri perang ini dan meletakkan dasar bagi perdamaian yang langgeng," tulisnya dalam sebuah unggahan di media sosial.

Kunjungan ini menandai kontak langsung pertama antara pejabat Rusia dan AS sejak pemilihan paruh waktu (midterm elections) pada hari Selasa. Pemilu sela membuat Partai Demokrat berhasil mengambil alih kendali Kongres dari Partai Republik, yang menjadi pukulan telak bagi Presiden Trump.

Dengan mayoritas kursi di Kongres yang akan dipegang oleh Partai Demokrat mulai Januari mendatang, diperkirakan akan ada dorongan untuk memberikan lebih banyak bantuan kepada Ukraina. Selain itu, mereka kemungkinan besar akan mempertanyakan keputusan Presiden dari Partai Republik tersebut terkait kesepakatan bahan bakar diesel dengan Rusia serta pelonggaran sejumlah sanksi terhadap Moskow.

Sebenarnya, dalam beberapa minggu terakhir, Trump semakin sering melontarkan kritik terhadap Zelenskiy. Pihak Kremlin menyatakan harapannya agar Trump tetap melanjutkan upaya perdamaian, meskipun Partai Republik mengalami kekalahan.

Baca: Thailand Gabung 33 Negara Siaga, Warga Siapkan Tas Darurat 72 Jam

(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Iran Sindir Trump Usai Republik Kalah di Pemilu AS

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dokter Tifa Ungkap 3 Kejanggalan Kesaksian Jokowi
• 18 jam lalu
0
thumb
Dipermalukan Dewa United di Kandang Sendiri, Pelatih PSIM Jogja Soroti Wasit: Keputusan Aneh
• 3 jam lalu
0
thumb
Laba Operasional Toyota Melonjak 34 Persen
• 3 jam lalu
0
thumb
Penjelasan KPK soal Penyitaan Rp 2 Miliar dari Dirut KAI
• 5 jam lalu
0
thumb
Jimly Asshiddiqie: Prabowo Anti-Sadap Sejak Dulu, Merasa Dikhianati Saat Jadi Korban | ROSI
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.