Neng Eem Ingatkan Partai Politik Jangan Terlena Kekuasaan hingga Abaikan Persoalan Rakyat

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) MPR RI Neng Eem Marhamah Zulda Hiz mengingatkan partai politik agar tidak kehilangan kepekaan terhadap persoalan rakyat akibat terlalu dekat dengan lingkaran kekuasaan.

Neng Eem menegaskan bahwa kekuasaan seharusnya menjadi sarana untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar tujuan politik.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi dan bedah buku "Sosialisme Islam: Pemikiran H.O.S Tjokroaminoto dan Ali Syari'ati" bersama kader DPC PKB Bogor di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/11/2026).

"Kekuasaan semestinya bukan tujuan akhir, melainkan instrumen untuk menghadirkan keadilan, memperluas kesejahteraan, memperkuat ekonomi rakyat serta memastikan kelompok masyarakat yang lemah tidak tertinggal," kata Neng Eem dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Neng Eem Soroti Bahaya Pragmatisme Politik

Anggota Komisi IX DPR RI tersebut menilai kedekatan partai politik dengan kekuasaan berpotensi membuat kader terlena dan kurang memperhatikan persoalan masyarakat.

Menurutnya, partai politik harus menjaga orientasi perjuangan agar tidak hanya berfokus pada perolehan kursi legislatif, jabatan, dan akses kekuasaan.

Neng Eem mengingatkan bahwa pragmatisme politik dapat membuat partai mengabaikan ketimpangan sosial yang masih dihadapi masyarakat.

Karena itu, ia mendorong kader PKB melakukan reorientasi perjuangan dengan kembali menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas.

Reorientasi tersebut dinilai penting untuk memastikan kegiatan politik tetap diarahkan pada upaya memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

Kader PKB Diajak Pelajari Pemikiran H.O.S Tjokroaminoto

Dalam diskusi tersebut, Neng Eem mengajak kader PKB merefleksikan kembali nilai-nilai keislaman dan perjuangan politik yang berpihak kepada kelompok masyarakat tertindas.

Ia mendorong kader mempelajari pemikiran H.O.S Tjokroaminoto dan Ali Syari'ati sebagai bahan refleksi terhadap persoalan ketidakadilan sosial.

Menurutnya, pemikiran kedua tokoh tersebut dapat menjadi rujukan untuk membangun kesadaran kritis dalam menjalankan perjuangan politik.

Neng Eem menegaskan bahwa orientasi perjuangan PKB perlu terus dijaga agar tidak terjebak dalam kepentingan kekuasaan semata.

Ia juga mengingatkan kader agar tetap memperhatikan kondisi masyarakat, khususnya kelompok yang menghadapi persoalan ekonomi dan sosial.

PKB Diminta Jadikan UUD 1945 sebagai Pedoman Perjuangan

Neng Eem mengatakan perjuangan politik harus berpedoman pada konstitusi sebagai dasar dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

"Konstitusi menjadi kompas bagi arah perjuangan menciptakan keadilan di negeri ini," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa reorientasi perjuangan politik perlu mengacu pada sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Ketentuan tersebut meliputi Pasal 1 ayat (2) mengenai kedaulatan rakyat serta Pasal 33 dan Pasal 34 yang berkaitan dengan perekonomian dan kesejahteraan sosial.

Menurut Neng Eem, amanat konstitusi harus diwujudkan melalui kebijakan publik yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Neng Eem Tekankan Pemerataan Ekonomi hingga Pengentasan Kemiskinan

Neng Eem meminta kader PKB memastikan perjuangan politik tidak berhenti pada perebutan jabatan atau posisi dalam pemerintahan.

Ia menekankan pentingnya memperjuangkan kebijakan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Sejumlah bidang yang menjadi perhatian meliputi pemerataan ekonomi, pendidikan, kesehatan, perlindungan kelompok rentan, dan pengentasan kemiskinan.

"Karena itu, perjuangan politik PKB perlu terus diarahkan untuk memastikan amanat konstitusi tersebut hadir dalam kebijakan publik, terutama terkait pemerataan ekonomi, pendidikan, kesehatan, perlindungan kelompok rentan, dan pengentasan kemiskinan," ucapnya.

Neng Eem berharap kader PKB tetap menjaga kepekaan sosial dan menjadikan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama perjuangan politik.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Momen Jokowi Menunjukkan Ijazah, Roy Suryo Tertawa, Ada Kata Palsu
• 7 jam lalu
0
thumb
Prabowo Ingin Bangun Museum Pusat Sejarah Skala Besar di Monas
• 4 jam lalu
0
thumb
BKM Masjid Agung Medan Bantah Badan Kenaziran Wakaf soal Penggelapan Dana Infak: Itu Fitnah
• 3 jam lalu
0
thumb
Pramono Izinkan Liga Aspal Digelar di Seluruh Wilayah Jakarta
• 55 menit lalu
0
thumb
Ajudan Jokowi Jadi Saksi di Sidang dr Tifa 12 November
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.