Deretan Fakta Baru Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun: Tersangka Pelajari Teknik Mencekik hingga Mau Rendam Korban Pakai Larutan Kimia

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Inilah deretan fakta baru terait kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur.

Adapun kasus pembunuhan ini sempat menggegerkan publik. Pasalnya, kedua korban dihabisi dengan cara dicekik, dibakar, digiling hingga sisa-sisa jasadnya dibuang ke aliran sungai.

Tersangka adalah DBM (40). Sementara itu, korbannya adalah istri siri berinisial DH (30) dan anak tiri berinisial AG (4).

Kasus ini berawal dari adanya laporan orang di Polres Madiun oleh keluarga korban pada 5 Oktober 2026. Laporan tersebut ditindaklanjuti polisi hingga akhirnya kasus pembunuhan ini terungkap.

Dwi Bagus Martono alias DBM (40), tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi istri siri dan anak di Madiun
Sumber :
  • tvOneNews

Adapun motif pembunuhan yang awalnya diduga karena kecemburuan berubah setelah pelaku memberikan pengakuan.

Motif dari aksi pembunuhan ini diduga karena tuntutan ekonomi dan percekcokan antara tersangka dan korban sering terjadi.

Inilah deretan faktanya:

Isi ChatGPT Terbongkar 

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur AKBP Arbaidi Jumhur mengungkap isi ChatGPT tersangka.

Sekitar seminggu sebelum kejadian pembunuhan pada 20 September 2026, ternyata pelaku mempelajari skenario dan jawaban atas kemungkinan pertanyaan yang diajukan penyidik lewat ChatGPT.

"Dia pelajari semua itu. Skenario-skenario kalau polisi menanyakan ini, jawabannya ini. Jadi sudah jelas sekali untuk perencanaan terhadap korban pertama ibunya," katanya di Surabaya, Rabu (04/11/2026).

Selain menanyakan skenario-skenario lewat ChatGPT, DBM juga mempelajari teknik membunuh dan upaya menghilangkan jejak kejahatannya dengan menggunakan berbagai zat kimia.

Awalnya Mau Rendam Korban Pakai Larutan Kimia

Jumhur mengatakan pada 19 September 2026, DBM diketahui drum. Drum itu dibeli diduga untuk merendam jenazah korban menggunakan larutan kimia melalui proses fermentasi.

Akan tetapi, rencananya menggunakan larutan kimia tidak terlaksana. Pada akhirnya, tersangka membakar korban.

"Drum untuk alternatif selain dibakar. Tadinya tersangka berencana merendam dengan larutan kimia, tapi tidak terlaksana," ungkapnya.

Tersangka Pelajari Berbagai Jenis Mesin, Termasuk Mesin Penggiling 

DBM merupakan lulusan perguruan tinggi ternama di bidang teknik. Pekerjaannya di bidang teknik di perusahaan asing pun tak main-main.

Dia mempelajari berbagai jenis mesin, termasuk mesin penggiling untuk memusnahkan jasad korban.

Kakak Korban: DBM Tidak Pernah Memberikan Bantuan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
ASUS Perkuat Layanan Purnajual di Makassar
• 20 jam lalu
0
thumb
3 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Dibacakan Dongeng saat Kecil
• 20 jam lalu
0
thumb
IHSG Berpeluang Uji Level 5.125, Investor Perlu Waspadai Aksi Ambil Untung
• 8 jam lalu
0
thumb
Ketum Exponen 08 Dukung Kapolri Usut Tuntas Penyadapan Prabowo oleh Listyo
• 22 jam lalu
0
thumb
Lubang di Langit Membesar, 7 Kali Lebih Luas dari Wilayah NKRI
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.