Ketum Exponen 08 Dukung Kapolri Usut Tuntas Penyadapan Prabowo oleh Listyo

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Ketua Umum sukarelawan Exponen 08 M. Damar mendukung penuh langkah Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengusut tuntas kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto oleh Listyo Sigit Prabowo (LSP) dkk.

Damar menilai kasus ini mendapat sorotan serius dari publik, lantaran penyadapan kepala negara tidak dapat dipandang sebagai pelanggaran biasa, sehingga harus diusut tuntas dan para pelaku mesti dihukum berat.

BACA JUGA: Info Bocoran dari Yusril soal Tujuan Listyo Sigit Sadap Prabowo, Ada Kata Melumpuhkan

"Dugaan penyadapan tersebut menjadi persoalan serius karena sasarannya adalah Presiden RI, apalagi perkara itu turut menyeret nama mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo," kata Damar, Kamis (5/11/2026).

Dia memandang kasus penyadapan terhadap kepala negara memiliki dimensi kejahatan yang sangat serius karena menyangkut keamanan dan kedaulatan negara. Bahkan, kasus ini bisa ada kaitannya dengan dugaan makar, karena yang disadap adalah seorang presiden .

BACA JUGA: Penyadapan oleh Listyo Terindikasi untuk Gulingkan Prabowo, Yusril Singgung Hukuman Mati

"Kasus dugaan penyadapan ini bisa jadi ada upaya makar. Sebab bagaimana bisa seorang Kapolri yang masih aktif saat itu melakukan penyadapan terhadap Presiden," tuturnya.

Menurut Damar, kasus ini juga menjadi sebuah ironi bagi aparat penegak hukum khususnya kepolisian. Sebab, penyadapan ini baru pertama kali terjadi sepanjang republik ini berdiri.

BACA JUGA: Chandra Singgung Kedekatan Jokowi-Listyo, Mahfud Dapat Info Hasil Sadapan Sampai ke Solo

Oleh karena tu, Polri di bawah pimpinan Jenderal Suyudi Ario Seto harus mengusut tuntas skandal ini.

"Kami mendukung Bapak Kapolri Suyudi dalam penegakan hukum dan memberikan apresiasi serta hormat yang setinggi-tingginya karena dapat menjaga Presiden Prabowo Subianto," ujar Damar.

Selain itu, Damar menilai kasus ini merupakan sebuah ironi karena kepolisian menjadi salah satu garda terdepan dalam melindungi kepala negara dan rakyatnya. Namun, ada seorang kapolri (LSP, red) justru melakukan penyadapan yang dapat mengancam keamanan bangsa dan negara.

"Saya melihat kasus ini merupakan sebuah ironi kekuasaan. Jika Presiden Prabowo benar-benar disadap oleh kapolrinya sendiri, yang mana kapolri seharusnya merupakan salah satu sistem yang melindungi keamanan seorang kepala negara. Namun, justru mengincarnya dengan penyadapan ini," tuturnya.

Damar menyebut peristiwa ini akan menjadi skandal serius yang mengguncang kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dan keamanan negara. Namun, hal itu dapat dihindari melalui penyelidikan yang transparan, bukan sekadar isu atau spekulasi politik.

"Presiden dan Polri harus memastikan kebenaran dugaan penyadapan ini. Termasuk siapa dalangnya, apa motifnya, dan untuk kepentingan siapa penyadapan itu dilakukan. Karena semua ini menyangkut keamanan negara," ucapnya.(Fat/JPNN)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga Cabai Dorong Inflasi Oktober, El Nino Bayangi Produksi Pangan
• 8 jam lalu
0
thumb
Kabar Duka! Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Meninggal
• 22 jam lalu
0
thumb
Soal Pengerahan Personel ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI AD
• 21 jam lalu
0
thumb
Pramono Anung Bantah Jakarta Siaga 1, Tegaskan Kondisi Ibu Kota Tetap Aman
• 6 jam lalu
0
thumb
Kabar Terbaru Truk Listrik Fuso e-Canter di Indonesia
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.