Soal Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Panglima TNI: Siaga Dalam Rangka Mempertahankan NKRI!

rctiplus.com
4 jam lalu
Cover Berita
Soal Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Panglima TNI: Siaga Dalam Rangka Mempertahankan NKRI!Nasional | okezone | Jum'at, 6 November 2026 - 12:10Dengarkan Berita

JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto buka suara merespons pengerahan pasukan TNI Angkatan Laut (TNI AL) ke wilayah Jakarta. Menurutnya, pengerahan tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan TNI dalam rangka mempertahankan kedaulatan negara dari berbagai ancaman.

"Di dalam internal TNI, kita menggunakan istilah siaga. Siaga ini digunakan untuk dalam rangka mempertahankan kedaulatan NKRI dari berbagai ancaman," kata Agus, Jumat (6/11/2026).

Agus menerangkan, terdapat dua jenis ancaman yang menjadi perhatian TNI, yakni ancaman alam dan ancaman buatan manusia. Ancaman alam berkaitan dengan bencana, sedangkan ancaman buatan manusia meliputi berbagai gangguan keamanan.

"Ancaman itu ada dua, ancaman alam dan buatan, alam yang tadi saya sampaikan ada bencana alam, banjir, kebakaran hutan, tsunami dan sebagainya. Ancaman kedua buatan manusia yaitu konflik sosial, teroris, fanatisme, makar dan sebagainya," tuturnya.

Baca Juga:Dasco Tegaskan Belum Ada Surpres Pergantian Panglima TNI

Agus menjelaskan, TNI memiliki tiga tingkatan status siaga yang biasa diberlakukan di lingkungan internal, yakni Siaga 3, Siaga 2, dan Siaga 1. Meski demikian, Agus tidak merinci tingkatan status siaga yang diterapkan dalam pengerahan personel ke Jakarta.

Menurut Agus, Siaga 3 diberlakukan ketika situasi dalam keadaan aman. Dalam kondisi tersebut, personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tetap berada di satuan masing-masing untuk melaksanakan kegiatan rutin dan latihan. Namun, prajurit tidak diperbolehkan keluar dari satuan.

 

Sementara itu, Siaga 2 diberlakukan ketika situasi dalam keadaan waspada. Pada tingkatan ini, setengah hingga tiga per empat kekuatan personel dan alutsista telah ditempatkan di pos masing-masing. Prajurit juga tidak diperbolehkan keluar dari ksatrian.

Adapun Siaga 1 diterapkan ketika eskalasi situasi meningkat. Dalam kondisi tersebut, personel dan alutsista telah disiagakan dan ditempatkan di pos masing-masing.

"Itu yang biasanya dilakukan oleh internal TNI. Siaga itu tidak ada waktunya. Jadi lihat situasi sudah kondusif, baru dari Siaga 1, kita kendorkan Siaga 2 dan Siaga 3," terang Agus.

Baca Juga:Ribuan Buruh Tumpah Ruah di Depan DPR, Bawa Sejumlah Tuntutan

Agus menambahkan, penerapan status siaga untuk menghadapi bencana alam memiliki ketentuan berbeda. Dia menyebut TNI terus memberlakukan Siaga 1 untuk mengantisipasi potensi bencana selama musim penghujan.

"Kalau untuk siaga bencana, itu saya berlakukan Siaga 1 terus karena ini sudah mulai musim penghujan. Pasti di beberapa wilayah ada yang banjir, kita personel dengan alutsista sudah siap digerakkan," tandasnya.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Karyawan Metro TV Raih Runner-up di Kejuaraan Bulutangkis 2026
• 15 jam lalu
0
thumb
Senator Filep Famafma Tegaskan Pembangunan Antariksa Harus Jamin Kedaulatan Negara dan Hak Masyarakat Adat
• 47 menit lalu
0
thumb
Setelah Bang Epul, Ruben Onsu Kembali Sentil Sosok yang Diduga Kumpulkan Massa untuk Boikot Dirinya
• 3 jam lalu
0
thumb
Menkomdigi: Satu Data Indonesia Membuat Warga Tak Perlu Berulang Serahkan Data
• 20 jam lalu
0
thumb
Bupati Bantul: Lurah Terpilih Milik Seluruh Warga, Bukan Hanya Timses
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.