jogja.jpnn.com, BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih secara resmi melantik 30 lurah terpilih di Pendopo Parasamya, Kantor Bupati Bantul, Kamis (5/11).
Seusai pelantikan, Halim menekankan agar para pemimpin kalurahan yang baru dilantik segera melepas sekat-sekat politik masa pemilihan dan merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
BACA JUGA: Tak Ada Sanggahan, Pelantikan Lurah Bantul Direncanakan 5 November 2026
"Para lurah ini harus mengetahui posisinya, mengetahui tugasnya. Lurah adalah milik seluruh warga, bukan milik timsesnya saja sehingga semuanya harus dirangkul," tegas Halim seusai acara pelantikan.
Selain berpesan agar tidak bekerja untuk tim sukses (timses), Bupati juga menginstruksikan para lurah terlantik untuk mempelajari kembali program dan kegiatan pada periode sebelumnya.
BACA JUGA: 5 Lurah PAW Sleman Resmi Dilantik, Bupati Harda Ingatkan Falsafah Manjing Ajur Ajer
Langkah ini dinilai penting sebagai bahan evaluasi serta perbaikan dalam menjalankan roda pemerintahan kalurahan ke depan.
"Lurah-lurah yang terpilih ini harus kembali belajar, meninjau program kegiatan yang terjadi di periode yang lalu untuk dilakukan perbaikan-perbaikan," ujarnya.
BACA JUGA: Tugas Pertama Lurah Terpilih di Bantul, 4 Indikator Jadi Acuan
Lebih lanjut, Halim mengingatkan bahwa seorang lurah memegang empat kewenangan pokok yang tidak boleh dianggap sepele, yaitu penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat desa, dan pembinaan kemasyarakatan desa.
"Ini tugas yang tidak ringan, yang harus dijalani dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan," tambahnya.
Menurut Bupati Bantul, tantangan kepemimpinan tingkat desa saat ini makin kompleks.
Oleh karena itu, seorang lurah tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknokratis, melainkan juga kecerdasan sosial yang tinggi guna memahami kondisi sosiologis masyarakat.
"Dia harus punya daya analisis teknokratis, tetapi juga harus punya kecerdasan sosial. Kecerdasan yang memungkinkan dia bisa merangkul, memahami kondisi sosiologis masyarakatnya. Jadi, tidak mudah jadi lurah hari ini, tanggung jawabnya besar," jelasnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Agus Budi Raharja melaporkan bahwa pemilihan lurah kali ini dilaksanakan serentak di 30 kalurahan yang tersebar di 15 kapanewon.
Rangkaian tahapan pemilihan berlangsung dari Mei hingga November 2026, dengan puncak pemungutan suara yang sukses digelar pada 4 Oktober 2026 lalu.
"Total ada 87 orang yang mendaftarkan diri sebagai calon lurah," ungkap Agus.
Dari hasil pemilihan tersebut, komposisi lurah yang memimpin terdiri atas 14 lurah petahana terpilih kembali (12 laki-laki dan 2 perempuan) dan 16 lurah baru terpilih (13 laki-laki dan 3 perempuan). (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Januardi Husin





Komentar (0)