Habib Ja’far dan Wamensos Bekali SDM Sekolah Rakyat Cara Mendidik Siswa

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pendakwah sekaligus konten kreator keislaman Habib Husein Ja’far Al Hadar bersama Wamensos Agus Jabo Priyono membekali para guru bimbingan konseling, wali asuh, wali asrama, dan satuan pengamanan, serta operator Sekolah Rakyat cara mendidik siswa.

Dalam kesempatan ini Habib Ja'far berpesan agar memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa sebelum menilai perilaku mereka. Menurutnya, perilaku negatif anak tidak selalu disebabkan kenakalan, tetapi bisa berakar dari trauma dan kondisi keluarga.

“Kenakalan mereka itu bukan muncul dari kebencian mereka, tetapi bisa muncul dari trauma,” kata Habib Ja’far dalam acara Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Sekolah Rakyat di Harris Hotel and Conventions Cibinong City Mall, Kabupaten Bogor, Kamis (5/11/2026) malam.

Karena itu, ia meminta para pendamping membangun kedekatan dengan siswa melalui empati, komunikasi dan perhatian. Dengan memahami pengalaman hidup anak, pendamping diharapkan tidak mudah menghakimi atau memarahi mereka.

“Sering-seringlah ngobrol bersama mereka, sampai Anda bisa merasakan pahit getir posisi mereka. Agar Anda tidak gampang marah kepada mereka,” pesannya.

Habib Ja’far menegaskan, mendampingi siswa Sekolah Rakyat bukan sekadar pekerjaan, melainkan pengabdian kemanusiaan yang membutuhkan ketulusan dan profesionalitas. Ia mengingatkan para pendamping untuk meluruskan niat dalam menjalankan amanah tersebut.

Mengutip Surah Al-Ma’un ayat 1 dan 2, ia mengingatkan bahwa mempermainkan nasib anak-anak dari keluarga miskin melalui pengelolaan Sekolah Rakyat yang tidak profesional merupakan bentuk pendustaan terhadap agama.

“Tahukah kamu pendusta agama? Mereka yang bermain dengan nasib orang miskin. Mereka yang tidak profesional dalam mengelola Sekolah Rakyat (berarti) itulah pendusta agama. Sehingga Anda sekarang mau lompat ke neraka atau ke surga semua tergantung bagaimana memposisikan niat di Sekolah Rakyat,” jelas Habib Ja’far.

Ia juga menyampaikan tiga prinsip pendidikan yang perlu diterapkan pendamping, yakni membangun karakter, menciptakan kompetisi positif melalui berbagai kegiatan, serta memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Menurutnya, perundungan dan pelecehan tidak boleh mendapat toleransi di lingkungan pendidikan.

“Sekolah yang baik adalah sekolah yang tidak pernah memberikan toleransi terhadap bullying, pelecehan dan terhadap segala hal-hal buruk yang tidak seharusnya ada di sekolah. Itu kuncinya,” kata Habib Ja’far.

Pesan tersebut sejalan dengan arahan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono yang meminta seluruh pendamping menerapkan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara melalui prinsip momong, among, dan ngemong.

“Momong itu mengasuh dengan kasih sayang. Among mendidik melalui keteladanan. Ngemong membimbing dan mengembangkan potensi anak,” ujar Agus Jabo.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya menyelenggarakan pendidikan formal, tetapi juga pendidikan karakter dan rehabilitasi sosial. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengentaskan kemiskinan sebagaimana diamanatkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.

Menurut Agus Jabo, siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang menghadapi berbagai keterbatasan. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga dapat meninggalkan luka sosial, seperti kurangnya perhatian dan kasih sayang, rasa rendah diri, hingga hilangnya harapan.

Karena itu, pendampingan tidak boleh terbatas pada kegiatan belajar di kelas, tetapi harus hadir dalam kehidupan sehari-hari siswa. Seluruh unsur sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, wali asuh, wali asrama, hingga satuan pengamanan, harus mampu menjadi figur panutan.

“Mereka tidak punya figur karena di rumah, orang tuanya sibuk mempertahankan kehidupan ekonomi dan anak tidak dapat perhatian. Mereka butuh idola di sekolah rakyat, makanya harus hati-hati sekali berperilaku di depan anak di Sekolah Rakyat,” kata Agus Jabo.

Ia menambahkan, setiap unsur sekolah memiliki peran dalam mendukung tumbuh kembang siswa. Guru bertugas mengembangkan pengetahuan sekaligus memberikan keteladanan. Wali asrama membangun disiplin dan kemandirian, sedangkan wali asuh memberikan perhatian, pendampingan, dan kasih sayang.

Agus Jabo menegaskan, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter dan keterampilan siswa agar mampu hidup mandiri dan berdaya setelah lulus. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat membantu keluarganya keluar dari kemiskinan.

“Sehingga kemiskinan yang diresahkan oleh Bapak Presiden selama ini, melalui Sekolah Rakyat bisa dientaskan dan kemiskinan ekstrim bisa diselesaikan,” pungkas Agus Jabo disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.

Pada kesempatan tersebut, Habib Ja’far juga berdialog langsung dengan peserta. Dengan pembawaan santai dan diselingi humor, ia menciptakan suasana hangat dan akrab. Peserta tampak antusias, mulai dari tertawa bersama hingga terharu dan menitikkan air mata saat berbagi cerita.

Hadir dalam acara, Sekretaris Jenderal Kemensos Muhammad Hasan Chabibie, Staf Ahli Menteri sekaligus Plt. Pusdiklat Afrizon Tanjung, Tenaga Ahli Menteri Sosial Fajar Wahyu Hermawan, Hendri Kurniawan, dan Alif Kamal. Hadir pula Kepala Biro OSDM Danu Ardhiarso, Kepala Biro Perencanaan Cecep Sulaeman, Kepala Biro Umum Yadi Muchtar, dan Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemensos Ferry Syahminan serta sekitar seribu peserta yang terdiri guru bimbingan konseling, wali asuh, wali asrama, satuan pengamanan dan operator Sekolah Rakyat seluruh Indonesia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
1.600 Hektar Terbakar, Bagaimana Perkembangan Karhutla di TN Wasur Merauke?
• 23 jam lalu
0
thumb
Australia Bantu Tangani Karhutla: Kerahkan Pesawat-Tangki Air Berkapasitas 15 Ribu Liter
• 21 jam lalu
0
thumb
Kemnaker Tetapkan Ketentuan BSU 2026, Pekerja Berhak Terima Bantuan Rp900 Ribu
• 18 jam lalu
0
thumb
Nama Dumatno Terseret Isu Ijazah Jokowi, Kini Dipanggil Bersaksi di Sidang Roy Suryo
• 6 jam lalu
0
thumb
Rapat UMP DKI 2027 Dimulai 9 November, Ini Usulan Pengusaha dan Buruh
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.