JAKARTA, KOMPAS.TV - Australia bantu padamkan karhutla di Kalimantan Timur mulai hari ini, Jumat (6/11/2026).
Pesawat C-130 Large Air Tanker milik NSW Rural Fire Service Australia, beserta satu pesawat pengarah Cessna Citation, dan tim beranggotakan 20 orang yang terdiri dari para ahli pemadaman kebakaran dari udara dikirim ke Kalimantan Timur dari Jakarta. Bala bantuan tersebut akan digunakan untuk melakukan water bombing di sebaran titik kebakaran di Kalimantan Timur.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan pesawat jenis C-130 bisa mengangkut air dengan kapasitas 15.000 liter per sorti.
Baca Juga: Petugas dan Relawan Meninggal Saat Padamkan Karhutla 2026, Menko Polkam: Mereka Pejuang Kemanusiaan
“Jadi sehari itu bisa sampai 100.000 liter nanti kita untuk dropping di memang wilayah yang sudah kita petakan yang masih membutuhkan untuk water bombing atau untuk pemadaman apinya," ujar Letjen Kristomei Sianturi, dikutip dari situs BNPB.
Operasi ini akan dilakukan selama satu minggu, yaitu hingga Kamis 12 November 2026.
Kebakaran di Kaltim Meningkat 53%Pemilihan Kaltim sebagai lokasi pengerahan bantuan Australia karena provinsi ini menjadi provinsi kedua jumlah titik api terbanyak di Pulau Kalimantan setelah Provinsi Kalimantan Tengah.
Berdasarkan laporan harian Direktorat Koordinasi Operasi BNPB, tercatat luas lahan dalam penanganan di Kalimantan Timur naik 53 persen per 4 November 2026 pukul 18.00 WIB.
Pemilihan Kalimantan Timur sebagai lokasi operasi bantuan sudah berdasarkan diskusi bersama tim kemanusiaan dari Australia.
Baca Juga: Helikopter Water Bombing Jatuh saat Padamkan Karhutla di Kalteng, 3 Prajurit Gugur dan 5 Dirawat
"Hasil pengamatan dan observasi kita serta diskusi dengan tim teknis Australia, di wilayah Kalimantan Timur masih terdapat banyak titik api,” ujar Kepala BNPB saat melepas tim Australia di Bandara Halim Perdanakusuma pada Kamis pagi (5/11/2026).
Dukungan Australia ini dirancang untuk melengkapi operasi darat dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) agar titik api kritis dapat dipadamkan lebih cepat.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Gregorius Tri Hendrawan Manurung Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Situs BNPG
- Australia Bantu Padamkan Karhutla
- karhutla di kalimantan






Komentar (0)