Kasus Mpox di Negara Tetangga RI Tembus 470, Tiga Orang Meninggal

cnbcindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita
Foto: Vaksin mpox. (REUTERS/Justin Makangara)

Jakarta, CNBC Indonesia - Thailand melaporkan sebanyak 470 kasus infeksi mpox dan tiga kematian selama periode 1 Januari hingga 31 Oktober 2026. Menyikapi perkembangan tersebut, Departemen Pengendalian Penyakit Thailand mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi mpox.

Melansir Straits Times, Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, Montien Kanasawadse, menyampaikan data tersebut pada 3 November. Ia menegaskan bahwa deteksi dini, pengawasan penyakit secara berkelanjutan, serta upaya pencegahan penularan menjadi langkah penting untuk mengendalikan penyebaran virus.

Baca: Jutaan Kondom Asal Malaysia Ditarik dari Pasar, Diduga Tak Aman

Montien mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan munculnya ruam, lepuhan, atau luka yang tidak biasa pada kulit, terutama jika memiliki riwayat kemungkinan terpapar virus. Ia juga meminta masyarakat memberikan informasi secara terbuka kepada dokter mengenai gejala yang dialami dan riwayat kontak.


Penularan Mpox Masih Menjadi Perhatian Dunia

Mpox merupakan penyakit menular yang masih berada dalam pengawasan pemerintah Thailand berdasarkan Undang-Undang Penyakit Menular tahun 2015 dan pemberitahuan Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand pada 2022.

Montien mengatakan, penyebaran mpox masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah dunia. Berdasarkan data global yang dikutip Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, terdapat 68.096 kasus terkonfirmasi dan 272 kematian di 107 negara selama periode 1 Januari 2025 hingga 31 Agustus 2025.

Angka tersebut merujuk pada laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diterbitkan pada 14 September. Departemen tersebut menegaskan bahwa data internasional itu memiliki periode pelaporan berbeda dengan statistik kasus di Thailand sepanjang 2026.

Pilihan Redaksi
  • Thailand Investigasi Kematian Influencer usai Operasi Pembesaran Penis
  • Studi Ungkap Hubungan Ukuran Hidung dengan Panjang Penis

Kenali Gejala Awal Mpox

Montien menjelaskan bahwa mpox dapat menyerang siapa saja yang terpapar virus. Karena itu, masyarakat perlu memahami gejala dan cara penularannya agar infeksi dapat dikenali lebih awal.

Gejala awal mpox umumnya meliputi demam, sakit kepala, nyeri punggung, nyeri otot, serta pembengkakan kelenjar getah bening. Setelah itu, penderita dapat mengalami ruam atau lesi kulit yang muncul di wajah, tubuh, area genital, hingga sekitar anus.

Jumlah lesi yang dialami setiap pasien bisa berbeda. Sebagian hanya mengalami sedikit luka, sementara lainnya dapat merasakan nyeri, terutama di sekitar anus.

Perubahan pada kulit biasanya diawali dengan bintik merah yang menonjol. Bintik tersebut kemudian berkembang menjadi lepuhan berisi cairan, berubah menjadi lesi bernanah, hingga akhirnya mengering dan membentuk keropeng. Lesi umumnya muncul secara terpisah dan tidak selalu berkelompok.

Namun, Departemen Pengendalian Penyakit Thailand mengingatkan bahwa gejala mpox tidak selalu muncul dalam urutan yang sama. Bahkan, tidak semua pasien mengalami seluruh tanda khas penyakit tersebut.

Oleh karena itu, masyarakat disarankan segera mencari pertolongan medis apabila menemukan ruam, lepuhan, atau luka yang tidak diketahui penyebabnya. Pemeriksaan tidak perlu menunggu hingga lesi menyebar ke seluruh tubuh.

Montien juga memahami bahwa sebagian orang mungkin merasa malu atau khawatir untuk menjalani pemeriksaan karena lesi mpox dapat muncul di area pribadi tubuh.

Ia menegaskan bahwa penyakit tidak seharusnya menjadi sumber rasa malu. Pasien diharapkan dapat menyampaikan gejala dan riwayat paparannya secara terbuka kepada tenaga medis.

Menurutnya, tenaga kesehatan akan memberikan penanganan dengan penuh pengertian, sekaligus menghormati privasi dan menjaga kerahasiaan informasi pasien.

Baca: Mulai 1 November, Masuk Thailand Wajib Lewati Pemeriksaan Fisik

Diagnosis Mpox Memerlukan Tes PCR

Departemen Pengendalian Penyakit Thailand menegaskan bahwa infeksi mpox tidak dapat dipastikan hanya melalui pemeriksaan ruam atau foto kondisi kulit.

Pasalnya, gejala mpox dapat menyerupai penyakit lain, seperti herpes, cacar air, maupun infeksi kulit lainnya. Oleh sebab itu, dokter perlu melakukan penilaian klinis berdasarkan gejala dan riwayat paparan pasien, disertai pemeriksaan laboratorium.

Metode utama untuk memastikan infeksi mpox adalah tes polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini dilakukan dengan mendeteksi materi genetik virus melalui sampel yang diambil dari lesi kulit.

Sementara itu, tes darah rutin tidak dapat digunakan untuk mengonfirmasi infeksi mpox.

Pasien yang mendapatkan hasil pemeriksaan awal yang belum meyakinkan, atau dinyatakan negatif tetapi gejalanya terus berlanjut, disarankan kembali menjalani evaluasi medis. Terlebih jika muncul lesi baru atau terjadi perubahan kondisi kesehatan.

Pasien juga perlu menyampaikan hasil pemeriksaan dan pengobatan sebelumnya kepada dokter agar pemeriksaan lanjutan atau pengambilan sampel ulang dapat dipertimbangkan.

Sebagian Besar Pasien Dapat Pulih

Wakil Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, Direk Khampaen, mengatakan bahwa sebagian besar penderita mpox dapat pulih tanpa membutuhkan pengobatan khusus.

Penanganan medis umumnya berfokus pada peredaan gejala dan nyeri, pencegahan infeksi sekunder pada luka kulit, serta pengurangan risiko komplikasi.

Meski demikian, beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi yang parah, terutama orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, ibu hamil, dan anak-anak kecil. Kelompok tersebut membutuhkan pemantauan medis yang lebih intensif.

Dokter akan menentukan kebutuhan pengobatan tambahan maupun rawat inap berdasarkan kondisi masing-masing pasien.

Masyarakat juga diminta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami nyeri hebat, kesulitan makan atau minum, lesi di sekitar mata, maupun gejala yang semakin memburuk.

Cara Mencegah Penularan Mpox

Untuk menekan penyebaran virus, Departemen Pengendalian Penyakit Thailand mengimbau masyarakat menghindari kontak langsung dengan kulit atau lesi penderita mpox.

Kontak fisik yang erat dan aktivitas seksual dengan seseorang yang menunjukkan gejala mencurigakan juga perlu dihindari. Selain itu, masyarakat tidak disarankan berbagi pakaian, handuk, maupun perlengkapan tidur karena benda-benda tersebut berpotensi terkontaminasi cairan tubuh atau keropeng luka yang mengandung virus.

Bagi orang yang sedang menunggu pemeriksaan medis atau hasil tes, disarankan untuk memisahkan diri dari orang lain, menghindari aktivitas seksual dan kontak dekat, serta memastikan luka tetap tertutup.

Langkah pencegahan lainnya meliputi mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun atau cairan pembersih tangan berbasis alkohol 70 persen, serta mengenakan masker yang terpasang dengan baik.

Tidak semua pasien yang terkonfirmasi positif mpox harus menjalani perawatan di rumah sakit. Dokter akan mempertimbangkan tingkat keparahan penyakit, kondisi kesehatan pasien, serta kemampuan untuk melakukan isolasi secara aman di rumah.

Pasien yang menjalani pemulihan di rumah harus menghindari bepergian, menggunakan peralatan makan dan barang pribadi secara terpisah, serta rutin membersihkan pakaian dan benda-benda yang sering digunakan.

Isolasi perlu dilanjutkan hingga seluruh luka sembuh, keropeng terlepas, dan kulit baru terbentuk. Lesi yang menyerang selaput lendir atau mukosa juga harus dipastikan telah sembuh sebelum pasien mengakhiri isolasi.

Menutup imbauannya, Montien kembali menekankan pentingnya pemeriksaan medis sejak dini untuk memastikan pasien memperoleh penanganan yang tepat sekaligus mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma maupun melakukan diskriminasi terhadap penderita mpox. Menurutnya, penghormatan terhadap privasi pasien merupakan hal penting untuk memastikan setiap orang mendapatkan akses layanan kesehatan secara setara.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:
Produksi Drakor Merosot, Industri Korsel Desak Dana Investasi Khusus

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Eks Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota Dituntut Penjara Seumur Hidup
• 17 jam lalu
0
thumb
PLN EPI Klaim SMART REGAS Tarakan Hemat BBM hingga Rp147 Miliar per Tahun
• 4 jam lalu
0
thumb
Profil Maell Lee, Youtuber Kondang yang Talak Cerai Anggita Oktaviani, Terungkap Alasannya Ceraikan sang Istri
• 13 jam lalu
0
thumb
Pilihan Mobil Hybrid Irit Bahan Bakar untuk Operasional Harian
• 6 jam lalu
0
thumb
Pin atau Fingerprint: Metode Keamanan HP Manakah yang Paling Aman?-Melek Teknologi
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.