Cristiano Ronaldo Resmi Pensiun dari Timnas Portugal di Usia 41 Tahun

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Kapten tim nasional Portugal Cristiano Ronaldo mengumumkan keputusan pensiun dari panggung sepak bola internasional pada usia 41 tahun setelah mencatatkan rekor pengabdian selama 23 tahun. Dikutip dari laporan Sky Sports, sang penyerang legendaris mengakhiri kariernya bersama Selecao das Quinas dengan torehan 234 penampilan serta 146 gol. Keputusan besar ini diambil menyusul perselisihan dengan pelatih kepala Jorge Jesus pada jeda internasional terakhir.

Rekor Gemilang dan Gelar Juara Bersejarah

Ronaldo mempersembahkan trofi Euro 2016 serta dua gelar Nations League yang menandai era paling sukses dalam sejarah sepak bola Portugal. Pada laga final kompetisi Eropa tersebut, ia harus menyaksikan rekan-rekannya dari pinggir lapangan akibat cedera sambil terus memberi instruksi dengan kaki diperban.

Momen heroik lainnya tercipta ketika ia mencetak hat-trick pada leg kedua babak play-off Piala Dunia 2014 saat menyingkirkan Swedia asuhan Zlatan Ibrahimovic. Ronaldo menegaskan kontribusinya seusai laga penentuan tersebut dengan penuh keyakinan.

“Saya tahu Portugal membutuhkan saya dalam laga-laga ini dan saya menunjukkan bahwa saya hadir di sini,” ujar Ronaldo kala itu. Total 146 gol internasional yang dikumpulkannya berhasil memecahkan rekor 47 gol milik Pauleta yang sempat bertahan lama.

Air Mata dan Tekanan Berat di Panggung Akbar

Dedikasi sang kapten yang telah memimpin negaranya sebanyak 172 kali kerap dibayangi oleh kesedihan mendalam saat menelan kekalahan. Momen kekalahan mengejutkan dari Yunani pada final Euro 2004 hingga tangisannya di lorong stadion Piala Dunia 2022 menjadi bukti beban emosional yang ia pikul.

“Ada juga momen-momen ketika saya tidak bisa memberikan apa yang sangat diinginkan rakyat Portugal. Kekalahan-kekalahan itu masih terasa menyakitkan untuk diingat kembali,” ungkap Ronaldo dalam pernyataan resminya.

Rekor mencetak gol di fase gugur Piala Dunia juga menjadi sorotan tajam karena ia hanya mencetak satu gol penalti ke gawang Kroasia sepanjang keikutsertaannya. Kritik ini kontras dengan rival abadinya Lionel Messi yang menutup karier tim nasional dengan mengangkat trofi Piala Dunia serta Copa America.

Akhir Hubungan yang Penuh Kontroversi

Fase akhir perjalanan Ronaldo bersama tim nasional mulai terganggu ketika perannya sebagai pemain utama tidak lagi mampu mendongkrak performa taktik tim secara keseluruhan. Penyerang muda Goncalo Ramos justru berulang kali menjadi pembeda krusial bagi Portugal, termasuk saat mencetak gol penentu kemenangan di Norwegia ketika Ronaldo berada di bangku cadangan.

Situasi semakin memanas setelah sang bintang berselisih dengan manajer Jorge Jesus atas apa yang disebutnya sebagai janji yang diingkari dan pelanggaran kepercayaan. Ronaldo bahkan menuntut Jesus menyampaikan permohonan maaf terbuka dengan menyebut dirinya setara legenda besar seperti Pele atau Diego Maradona sebelum akhirnya meninggalkan kamp latihan lebih awal.

“Saya menghabiskan hidup saya bekerja keras untuk menjadi pemain terbaik di dunia. Hari ini, saya menyadari bahwa kemenangan terbesar saya adalah mendapatkan kehormatan mewakili negara terbaik di dunia,” pungkas Ronaldo dalam pesan perpisahannya. Federasi Sepak Bola Portugal kini tengah merencanakan sebuah laga penghormatan akbar untuk melepas kepergian sang pencetak gol terbanyak sepanjang masa tersebut.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hasil Pemilu Paruh Waktu AS Tekan Rupiah ke Rp 18.025 per Dolar
• 3 jam lalu
0
thumb
Unek-Unek Pelatih Melbourne Victory Imbas Kena Remontada Persib di ACL Two: Kami Seharusnya Bisa Menang
• 22 jam lalu
0
thumb
Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Bareskrim Masih Dalami Penerapan Pasal Makar
• 15 jam lalu
0
thumb
Soal Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Panglima TNI: Siaga Dalam Rangka Mempertahankan NKRI!
• 3 jam lalu
0
thumb
Mengenal Deb Haaland, Perempuan Pribumi AS Pertama yang Jabat Gubernur New Mexico
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.