Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam-Diam

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Kacamata pintar, seperti milik Meta, belakangan menjadi kontroversi karena memiliki kemampuan merekam video dan suara tanpa harus menggunakan kamera ponsel.

Perangkat ini disebut berpotensi menimbulkan masalah privasi karena orang yang menjadi objek rekaman belum tentu menyadari dirinya sedang direkam.

Pakar Keamanan Siber Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan, bentuk kacamata yang menyerupai aksesori biasa membuat perangkat ini menarik sekaligus berpotensi disalahgunakan. Pengguna bisa merekam lingkungan sekitar termasuk orang lain tanpa disadari.

"Hal ini bisa menjadi pelanggaran privasi dan hal ini harus disadari oleh pembeli dan pengguna kacamata Meta ini," ujar Alfons kepada CNBC Indonesia, Kamis (5/11/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut dapat menjadi pelanggaran privasi yang perlu dipahami sejak awal oleh pembeli maupun pengguna kacamata Meta. Jika pengguna menyalahgunakan fitur perekaman hingga melanggar privasi orang lain, berbagai gesekan dan masalah dapat muncul.

Pilihan Redaksi
  • Beli HP Harga Rp3,5 Juta, Bisa Internetan 5G Gratis 2 Tahun
  • Krisis Makin Parah, Pedagang HP Beberkan Faktanya

Meski demikian, Alfons menilai kacamata pintar ini juga menawarkan sejumlah manfaat. Pengguna dapat membuat konten tanpa harus terus-menerus memegang kamera atau menggunakan tangan untuk merekam. Dengan begitu, kedua tangan tetap bebas saat melakukan aktivitas.

Meta sebenarnya telah menyematkan indikator berupa lampu LED yang menyala ketika kacamata sedang merekam. Penanda ini bertujuan memberi tahu orang di sekitar bahwa perangkat sedang mengambil video.

Namun, indikator tersebut belum tentu sepenuhnya menjamin privasi. Alfons mengingatkan, pengguna bisa saja mengakali penanda tersebut dengan menutup atau menyamarkan lampu LED sehingga orang lain tidak mengetahui bahwa dirinya sedang direkam.

"Hal inilah yang harus menjadi perhatian," jelasnya.

Kacamata pintar berbasis AI dari Meta (perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp), yakni Ray-Ban Meta dan Oakley Meta dipastikan masuk Indonesia. Kacamata pintar ini akan dijual 11 November 2026 dengan harga mulai Rp 8 juta.

Untuk pasar Indonesia, lini Ray-Ban Meta akan menghadirkan koleksi Ray-Ban Meta (Gen 3) dalam desain Wayfarer, Aviator, dan Zena. Sementara untuk Oakley Meta akan hadir dalam varian HSTN dan Vanguard.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bareskrim: Penyadapan Presiden Prabowo Dilakukan di Lingkungan Mabes Polri
• 8 jam lalu
0
thumb
Kronologi Pedagang Singkong Ditangkap Polisi, Berawal dari Aksi Gowes Pekalongan-Jakarta Demi Ikut Demo, Begini Nasibnya Sekarang
• 11 jam lalu
0
thumb
Daftar Moge Kencang yang Harganya Setengah XMAX
• 14 jam lalu
0
thumb
Menhut Pastikan Korban Selamat Helikopter Mi-17V5 dapat Perawatan Terbaik
• 7 jam lalu
0
thumb
Pemprov Sumut Dukung Nias Sport Festival 2027, Bidik Penguatan Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.