Hotspot Karhutla Sumsel Tinggal 6 Titik, PALI dan OKU Selatan Masih Diselimuti Udara tak Sehat

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, OGAN KOMERING ULU - Jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan menunjukkan penurunan tajam.

Setelah sempat menembus ratusan titik, kini hotspot yang terpantau tersisa enam titik, Kamis (5/11/2026).

BACA JUGA: Kemenkes Catat 401 Ribu Kasus ISPA Akibat Karhutla

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Sumsel, hingga pukul 05.00 WIB, enam titik panas tersebut tersebar di empat kabupaten.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan jumlah itu jauh berkurang dibandingkan sehari sebelumnya yang masih mencapai 33 titik hotspot.

BACA JUGA: Panglima TNI Ungkap Kronologi Kecelakaan Helikopter saat Misi Pemadaman Karhutla di Kalteng

"Untuk perkembangan hotspot 24 jam terakhir, berdasarkan data terpantau enam titik di wilayah Sumatera Selatan," kata Sudirman.

Dari enam titik tersebut, Kabupaten Lahat dan Ogan Komering Ulu (OKU) masing-masing terdeteksi dua titik. Sementara Muara Enim dan Musi Banyuasin masing-masing satu titik.

BACA JUGA: Charles Desak Pemerintah Sediakan Ruang Udara Bersih Bagi Warga Terdampak Karhutla

"Meski jumlah hotspot terus menyusut, BPBD Sumsel mengingatkan potensi kebakaran masih perlu diwaspadai. Pemantauan dan uapay penanganan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

"Kalau dibandingkan dengan sehari sebelumnya, terjadi penurunan cukup signifikan. Sebelumnya terpantau 33 titik, sekarang tersisa enam titik," ujar Sudirman.

Tren penurunan terlihat setelah jumlah hotspot sempat melonjak hingga 262 titik pada 3 November 2026.

Sehari kemudian, jumlahnya turun menjadi 33 titik, sebelumnya kembali menyusut menjadi enam titik pada 5 November.

Namun, jika melihat akumulasi sepanjang tahun, ancaman karhutla di Sumsel masih cukup besar. Hingga 4 November 2026, jumlah hotspot tercatat mencapai 120.986 titik.

Oktober menjadi periode dengan temuan tertinggi, yakni 53.733 titik, disusul September sebanyak 44.715 titik dan Agustus 17.088 titik.

Selain pemantauan hotspot, BPBD Sumsel juga mencatat 13 kejadian karhutla dalam tujuh hari terakhir hingga 4 November. Rinciannya, empat kejadian di Musi Banyuasin, tiga kejadian di Banyuasin, serta dua kejadian di Ogan Ilir.

"Dalam operasi patroli dan pemadaman pada 4 November, estimasi luas lahan terbakar mencapai sekitar 45 hektare," terang Sudirman.

Penanganan dilakukan melalui satgas darat dan dukungan pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing. Dari laporan tersebut, masih terdapat sekitar 17 hektare lahan yang belum berhasil dipadamkan.

Untuk memperkuat penanganan, dua pesawat melaksanakan masing-masing satu sortie penerbangan pemadaman di wilayah Tanah Pilih Operasi tersebut berhasil memadamkan api dengan estimasi luas lahan sekitar sembilan hektare.

Di sisi lain, BPBD bersama unsur terkait juga terus melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan.

Pada 4 November, dua pesawat CASA 212, yakni A-2117 dan A-2104 melaksanakan penyemaian awan dengan total 1,6 ton bahan NaCI. Sasaran operasi meliputi OKI, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Ogan Ilir.

"Meski hotspot sudah turun, kami tetap melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan. Upaya pemadaman serta operasi modifikasi cuaca terus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas," jelas Sudirman.

Penurunan hotspot juga belum sepenuhnya diikuti membaiknya kualitas udara di seluruh wilayah Sumsel. Berdasarkan pemantauan pukul 05.00 WIB, sebagian besar daerah memang 

berada dalam kategori sedang. Namun, Kabupaten PALI masih mencatat nilai ISPU 147 dan OKU Selatan 110 yang masuk kategori tidak sehat.

Sementara itu, Palembang tercatat 98, Ogan Ilir 57, Musi Banyuasin 60, Muara Enim 62, Musi Rawas 71, dan Lahat 73. (mcr35/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Cuci Hati


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
AHY Kawal Proyek IPAL Rp 7,7 Triliun, JSDP Ditargetkan Rampung Tahun Depan
• 21 jam lalu
0
thumb
Jokowi Tegaskan Tidak Pernah Rekonstruksi Wajah hingga Pakai Makeup: dari Dulu Sampai Sekarang Seperti Ini
• 4 jam lalu
0
thumb
Pemkot Bekasi Dorong Hak Politik Setara Disabilitas Menuju Pemilu 2029 Inklusif
• 10 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Tetap Lanjutkan Tax Holiday di Tengah Penerapan Global Minimum Tax
• 17 jam lalu
0
thumb
Kemajuan AI Harus Jaga Tujuan Kemanusiaan di Pendidikan
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.