Saham BRMS dan BRPT Dinilai Berpotensi Terdepak dari MSCI, Bagaimana Kansnya?

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Dua saham emiten tambang, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dibayangi risiko keluar dari indeks MSCI Standard dalam rebalancing November 2026.

Senior Technical Analyst Mirae Asset, M. Nafan Aji Gusta, memperkirakan peluang BRMS keluar dari MSCI Standard mencapai 90%. Saham BRMS berpotensi turun kelas ke MSCI Small Cap karena pergerakan harganya belum mampu bertahan di atas ambang batas yang dipersyaratkan.

“Ambang harga untuk mempertahankan posisi di Standard diperkirakan Rp 440 per saham, sementara BRMS hanya ditutup di atas level tersebut satu kali dalam sepuluh hari observasi,” kata Nafan kepada Katadata, Kamis (5/11).

Sementara itu, BRPT memiliki risiko penghapusan dari MSCI Standard yang juga cukup signifikan. Mirae Asset memperkirakan peluang saham tersebut keluar dari indeks mencapai sekitar 40%.

Ambang harga BRPT untuk mempertahankan posisinya di MSCI Standard diperkirakan berada di kisaran Rp 1.290 per saham. Dalam periode observasi yang sama, saham BRPT tercatat empat kali ditutup di bawah level tersebut.

Nafan menilai potensi perubahan komposisi indeks dapat memicu tekanan jual dari investor pasif yang mengikuti MSCI Standard. Jika BRMS turun kelas, investor pasif yang mengikuti indeks tersebut berpotensi melepas sahamnya. 

Adapun apabila BRPT benar-benar dikeluarkan, tekanan jual dapat lebih besar karena dana indeks perlu menyesuaikan portofolionya. Meski demikian, Nafan menilai risiko keluar dari indeks tidak serta-merta mencerminkan penurunan fundamental perusahaan. Perubahan komposisi indeks lebih berkaitan dengan kriteria investabilitas dan metodologi MSCI.

“Perlu dicermati pula bahwa MSCI masih mempertahankan kebijakan pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), jumlah saham, dan penambahan konstituen Indonesia. Dengan demikian, perubahan indeks saat ini lebih berpotensi berupa penurunan klasifikasi atau penghapusan,” kata Nafan.

Senada, Tim Riset KISI Sekuritas juga menilai BRMS memiliki peluang besar untuk turun kelas ke MSCI Small Cap. Mereka memperkirakan ambang harga BRMS berada di kisaran Rp 440–450 per saham.

Selama periode observasi 19–30 Oktober, saham tersebut hanya sekali ditutup di atas level tersebut. Adapun BRPT dinilai memiliki peluang menengah hingga tinggi untuk keluar dari MSCI Standard, dengan ambang harga sekitar Rp 1.280 per saham.

KISI memperkirakan potensi arus dana keluar dari saham BRMS mencapai US$ 50 juta–US$ 90 juta. Sementara itu, potensi arus dana keluar dari BRPT diperkirakan sebesar US$ 40 juta–US$ 70 juta.

Risiko pada BRMS dinilai lebih besar karena kepemilikan investor asing di saham tersebut mencapai 58%. Jika kedua saham keluar dari MSCI Standard, jumlah konstituen Indonesia dalam indeks tersebut diperkirakan berkurang menjadi tujuh saham. Bobot Indonesia di MSCI Emerging Markets juga berpotensi turun ke kisaran 0,38%–0,40%.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jokowi Merasa Dihina dan Direndahkan, Sebut 34 Juta Orang Percaya Tuduhan Ijazah Palsu
• 15 jam lalu
0
thumb
Jokowi Luruskan Sebutan Jurusan Teknologi Kayu saat Dicecar Jaksa di Sidang Ijazah
• 12 jam lalu
0
thumb
IHSG Berhasil Lawan Koreksi, Asing Serok 10 Saham Ini
• 19 jam lalu
0
thumb
Jadwal Liga Indonesia Berpotensi Berubah Imbas Piala Asia 2027 Ditunda, Ferry Paulus Bocorkan Rencananya
• 6 jam lalu
0
thumb
Penyadapan Ilegal Presiden, Pakar: Ada Potensi Pihak Ketiga dan Indikasi Makar
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.