HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Performa Lars Veldwijk sebagai juru gedor PSM Makassar mulai menuai sorotan. Enam pertandingan telah dijalani penyerang berpaspor Afrika Selatan itu di Super League 2026/2027. Namun, hingga pekan kedelapan, belum satu pun gol berhasil disarangkan Lars ke gawang lawan.
Mandulnya Lars menjadi perhatian tersendiri di tengah perjuangan PSM Makassar memperbaiki posisi di klasemen sementara. Sebagai penyerang yang diharapkan menjadi tumpuan lini depan, kontribusi gol menjadi sesuatu yang dinanti dari pemain berpostur jangkung tersebut.
Sejauh ini, Lars memang belum sepenuhnya tanpa kontribusi. Ia terlibat dalam proses terciptanya sejumlah gol penting bagi Juku Eja. Namun, kontribusi tersebut dinilai belum cukup untuk menjawab kebutuhan PSM Makassar terhadap sosok penyerang yang mampu mengonversi peluang menjadi gol.
Sorotan terhadap Lars semakin menguat setelah PSM Makassar menelan kekalahan 0-1 dari Madura United di Stadion Gelora BJ Habibie (GBH), Parepare, Sabtu (31/10/2026).
Dalam pertandingan tersebut, Lars membukukan empat tembakan. Sayangnya, tidak satu pun mengarah ke gawang lawan.
Catatan itu mempertegas persoalan efektivitas lini serang PSM Makassar. Di tengah kebutuhan meraih poin, peluang yang tercipta belum mampu dimaksimalkan menjadi gol.
Kondisi tersebut membuat suporter mulai mendorong adanya perubahan komposisi pemain di lini depan. Lars dinilai perlu mendapat kesempatan beristirahat di bangku cadangan, sementara pemain lain diberi ruang untuk membuktikan kemampuan mereka.
Suporter PSM Makassar, The Macz Man Balikpapan, Syamsul Bahri, menjadi salah satu yang menyuarakan evaluasi tersebut.
Ia menilai tim pelatih perlu mencoba alternatif lain untuk mengisi posisi penyerang utama, terutama menjelang pertandingan penting menghadapi Borneo FC Samarinda.
“Abdul Rahman atau Riski Aditia jika ingin menggunakan lokal atau ada Kodai Tanaka dan di awal kita sudah lihat perform Kodai. Sayang Luka Cumic cedera, padahal bisa jadi opsi bagus lainnya,” katanya, Kamis (5/11/2026).
Bagi Syamsul, persoalan lini depan PSM Makassar bukan semata-mata tentang siapa yang paling sering mencetak gol. Ia menilai karakter penyerang juga menjadi faktor penting dalam menentukan efektivitas permainan tim.
Menurutnya, PSM Makassar membutuhkan striker yang aktif bergerak, mampu mengolah bola, dan cerdas membaca ruang. Penyerang juga harus memiliki inisiatif ketika kehilangan bola, bukan hanya menunggu suplai dari rekan setim.
“Kita butuh striker tipikal pekerja, pintar cari posisi dan mampu olah bola, terpenting bisa menyelesaikan peluang dimiliki menjadi gol. Intinya dia ngotot dan finishing-nya bagus,” sebutnya.
Kontribusi Lars Belum Maksimal
Jika melihat perjalanan PSM Makassar sejauh ini, Lars sebenarnya sempat memberikan kontribusi dalam kemenangan tim.
Salah satunya ketika PSM Makassar menaklukkan PSIM Yogyakarta pada pekan kelima Super League 2026/2027, Jumat (19/10/2026).
Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 2-1 tersebut, Lars menjadi bagian penting dari proses terciptanya gol Achmat Fahrul Aditia.
Berawal dari penguasaan bola Lars, ia kemudian melepaskan umpan terobosan kepada Luka Bulatovic yang bergerak ke depan.
Luka tidak menyia-nyiakan ruang yang terbuka. Ia meneruskan bola kepada Fahrul Aditia yang berdiri bebas di area pertahanan PSIM.
Dengan tenang, Fahrul menjebloskan bola ke gawang PSIM menggunakan kaki kirinya. Gol tersebut membawa PSM Makassar unggul 1-0.
Pergerakan Lars dalam membangun serangan balik itu memperlihatkan kemampuannya membuka permainan dan memberikan umpan kepada pemain yang memiliki ruang lebih baik.
Namun, kontribusi serupa belum cukup untuk menutupi kebutuhan PSM terhadap gol dari seorang penyerang utama.
Pada pekan keenam, Lars kembali terlibat dalam proses terciptanya gol kemenangan PSM Makassar atas Persebaya Surabaya.
Bertanding di Stadion GBH Parepare, Kamis (22/10/2026), PSM Makassar menang tipis 1-0.
Gol tunggal dalam pertandingan tersebut tercipta setelah umpan silang Lars ke kotak penalti Persebaya gagal diantisipasi dengan baik oleh bek Yuran Fernandes.
Bola yang seharusnya dapat dibuang justru meluncur ke gawang sendiri. Gol bunuh diri tersebut menjadi penentu kemenangan Juku Eja.
PSM Makassar pun mengamankan tiga poin penting di hadapan pendukungnya.
Meski demikian, dua kontribusi tersebut belum menjadikan Lars sebagai penyerang yang mampu memberikan kepastian gol bagi PSM Makassar.
Situasi itu menjadi semakin penting mengingat persaingan di Super League semakin ketat. PSM tidak bisa terus bergantung pada gol dari pemain lain, terlebih ketika tim menghadapi lawan yang memiliki pertahanan solid.
Kodai Tanaka Jadi Alternatif
Di tengah sorotan terhadap Lars, nama Kodai Tanaka mulai kembali diperbincangkan sebagai opsi di lini depan.
Penyerang asal Jepang tersebut telah mengemas dua gol bersama PSM Makassar.
Gol pertamanya tercipta ketika PSM Makassar menghadapi Persib Bandung pada laga perdana Super League 2026/2027, Minggu (6/9/2026).
Meski PSM harus mengakui keunggulan Persib dengan skor 1-3, Kodai memperlihatkan kemampuannya dalam memanfaatkan peluang.
Gol kedua disumbangkan saat PSM Makassar menaklukkan De Red FC dengan skor 2-0 pada fase Grup K League Cup 2026/2027, Selasa (3/11/2026).
Penampilan Kodai tersebut menjadi salah satu alasan Syamsul mendorong tim pelatih untuk mempertimbangkan perubahan di lini depan.
Selain Kodai, Abdul Rahman juga menjadi opsi setelah kembali mencetak gol ke gawang De Red FC.
Sementara Riski Aditia dinilai dapat menjadi alternatif apabila tim pelatih ingin memberikan kesempatan kepada pemain lokal.
Namun, keputusan mengenai komposisi lini depan tetap berada di tangan pelatih kepala Darije Kalezic.
Kondisi tersebut membuat pertandingan berikutnya menjadi momentum penting bagi Lars maupun pemain lain yang berpeluang mengisi posisi penyerang.
PSM Makassar Dituntut Bangkit di Samarinda
PSM Makassar dijadwalkan menghadapi Borneo FC Samarinda pada pekan kesembilan Super League 2026/2027.
Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Segiri, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (7/11/2026), pukul 16.30 Wita.
Laga ini menjadi ujian penting bagi Pasukan Darije Kalezic untuk kembali ke jalur kemenangan setelah kekalahan dari Madura United.
Saat ini, PSM Makassar berada di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin.
Jarak dengan PSS Sleman yang berada di zona merah hanya lima poin. Situasi tersebut membuat tambahan poin menjadi sangat penting bagi Juku Eja agar tidak semakin terjerumus ke papan bawah.
Syamsul berharap PSM Makassar mampu menunjukkan semangat pantang menyerah ketika menghadapi Borneo FC.
Ia menilai kemenangan akan menjadi modal penting untuk memperbaiki posisi tim sekaligus mengembalikan kepercayaan diri pemain.
“Semoga pertandingan besok lusa bisa meraih kemenangan tentunya dengan semangat dan mentalitas menang. Motivasi itu yang perlu ditanamkan di tim,” ucapnya.
Meski demikian, Syamsul menyadari bahwa mengalahkan Borneo FC di kandangnya bukan perkara mudah.
PSM Makassar memiliki catatan kurang baik ketika bertandang ke Samarinda. Terakhir kali Juku Eja meraih kemenangan tandang atas Borneo FC terjadi pada 2018.
Setelah itu, PSM lebih sering pulang dengan hasil imbang atau kekalahan. Dalam enam pertandingan tandang terakhir menghadapi Borneo FC, PSM Makassar menelan empat kekalahan dan dua kali bermain imbang.
Catatan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim berjuluk Ayam Jantan dari Timur.
Untuk memutus tren buruk tersebut, Syamsul berharap para pemain mampu memperlihatkan militansi tinggi sejak menit pertama.
Menurutnya, semangat juang menjadi modal penting untuk menghadapi Borneo FC yang akan bermain di hadapan pendukungnya sendiri.
“Pastinya harapan kami permainan yang militan agar bisa menang,” pungkasnya.
Pertandingan di Samarinda pun menjadi kesempatan bagi PSM Makassar untuk membuktikan bahwa evaluasi terhadap lini serang dapat berujung pada perubahan positif.
Bagi Lars Veldwijk, laga tersebut juga menjadi momentum untuk menjawab kritik sekaligus membuktikan kapasitasnya sebagai penyerang utama.
Enam pertandingan tanpa gol bukan catatan yang ideal bagi seorang juru gedor. Namun, kesempatan untuk memperbaiki performa masih terbuka.
Kini, PSM Makassar membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan bola dan peluang. Juku Eja membutuhkan penyelesaian akhir yang efektif, pergerakan agresif, serta mentalitas untuk terus berjuang hingga peluit panjang berbunyi.
Di tengah tekanan suporter dan kebutuhan meraih poin, ketajaman lini depan bisa menjadi penentu apakah PSM mampu bangkit atau justru semakin terpuruk di papan bawah klasemen.






Komentar (0)