Jakarta, VIVA - Ijazah menjadi dokumen penting untuk melanjutkan pendidikan, melamar pekerjaan, hingga memenuhi persyaratan administrasi. Namun, tampilan ijazah asli dan palsu terkadang sulit dibedakan sekilas, terutama jika dokumen tiruan dicetak menggunakan printer berkualitas tinggi dan kertas yang menyerupai dokumen resmi.
Salah satu hal yang perlu diperiksa adalah karakteristik kertas dan fitur pengamannya. Meski demikian, tidak semua ijazah menggunakan jenis kertas atau teknologi keamanan yang sama.
Karena itu, pemeriksaan fisik sebaiknya dilakukan bersama pengecekan data dan konfirmasi kepada lembaga penerbit. Berikut VIVA telah merangkum Kamis, (05/11/2026).
1. Periksa Tekstur dan Kualitas Kertas
Ijazah resmi dapat menggunakan bahan kertas dengan spesifikasi tertentu sesuai kebijakan dan format penerbitannya. Pada dokumen yang menggunakan kertas sekuriti, karakteristik bahan bisa berbeda dari kertas fotokopi biasa.
Perhatikan apakah permukaan kertas terlihat sesuai dengan dokumen pembanding yang benar-benar berasal dari institusi yang sama. Kertas yang terlalu tipis, mudah terkelupas, atau memiliki kualitas cetak tidak konsisten dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.
Namun, tekstur yang terasa tebal atau eksklusif tidak otomatis membuktikan ijazah asli. Pemalsu dapat menggunakan bahan berkualitas tinggi untuk meniru tampilan dokumen resmi.
2. Cari Watermark atau Tanda Air
Tanda air atau watermark merupakan salah satu fitur keamanan yang dapat diterapkan pada kertas sekuriti. PERURI menjelaskan bahwa kertas sekuriti produksi PT Kertas Padalarang dapat dilengkapi tanda air, serat khusus, dan pengaman kimia untuk membantu mencegah pemalsuan dokumen.
Jika ijazah yang diperiksa memang menggunakan watermark, perhatikan apakah tanda tersebut sesuai dengan spesifikasi dokumen asli. Jangan langsung menyimpulkan palsu hanya karena tanda air tidak terlihat, sebab tidak semua jenis ijazah memakai fitur yang sama.
3. Amati Serat dan Unsur Pengaman pada Kertas
Beberapa dokumen berharga menggunakan serat khusus atau unsur pengaman lain yang menyatu dengan bahan kertas. Fitur tersebut berbeda dari gambar dekoratif yang hanya dicetak di permukaan.
Pada dokumen yang menggunakan kertas sekuriti, keberadaan fitur pengaman harus dibandingkan dengan contoh resmi dari penerbit. Jangan mengandalkan foto dari internet karena kualitas gambar, pencahayaan, dan proses pemindaian dapat mengubah penampilan serat atau pola kertas.






Komentar (0)