Seorang pria berinisial SB mengamuk di lobi Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Jalan Gajah Mada, Samarinda, Kamis (5/11/2026).
Pria tersebut membalikkan meja bundar berbahan kaca, memecahkan vas bunga, hingga menendang portal akses masuk gedung pemerintahan tersebut.
Aksi perusakan itu diduga dipicu kekecewaan setelah SB menunggu untuk mengajukan permohonan audiensi dengan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud.
Berdasarkan laporan Media Center Kantor Gubernur Kaltim, SB datang bersama seorang pria berinisial SR sekitar pukul 11.25 Wita.
Keduanya bermaksud menyerahkan surat permohonan audiensi untuk membahas tiga persoalan, yakni ketenagakerjaan, perizinan Pertambangan Rakyat, dan program Gratispol.
Namun, sekitar 20 menit setelah kedatangan mereka, SB justru melakukan perusakan terhadap sejumlah fasilitas di lobi kantor gubernur.
Dalam rekaman video, SB terlihat datang seorang diri di area lobi. Mengenakan topi terbalik, tas selempang, dan celana jeans, ia sempat berdiri di sekitar lift sambil melontarkan sejumlah kalimat dengan nada tinggi.
Tak lama kemudian, ia berjalan menuju meja bundar kaca di tengah lobi dan membalikkannya. Vas bunga yang berada di atas meja ikut terjatuh hingga pecah. Aksi tersebut berlanjut dengan tendangan ke arah portal akses masuk kantor gubernur.
Petugas keamanan yang berada di lokasi kemudian bergerak mengendalikan situasi dan mengamankan SB di Pos 1 Kantor Gubernur Kaltim.
Saat berada di ruang pengamanan, SB mengaku datang untuk mengantarkan surat permohonan audiensi kepada Gubernur Kaltim. Ia juga mengakui tindakannya keliru karena meluapkan kemarahan dengan merusak fasilitas kantor gubernur.
"Saya sudah tidak sadar lagi, karena sudah dari bulan 4 kami demo untuk itu ini, tapi saya gak sadar lakukan itu, sudah saya di sini baru saya sadar" ucap SB saat diamankan di pos security kantor Gubernur Kaltim.
Sementara itu, Biro Umum Pemerintah Provinsi Kaltim meminta SB bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas yang ditimbulkan. Pemerintah provinsi juga menyerahkan penanganan perkara tersebut kepada kepolisian.
Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, IPDA Erry Irawan, mengatakan pihaknya masih mendalami peristiwa perusakan tersebut dengan memeriksa SB.
"Pelaku masih kami periksa. Yang jelas, dirinya datang ke sana mau menyerahkan surat audiensi. Tak lama kemudian pelaku mengamuk," kata Eri.
Polisi masih menggali keterangan untuk mengetahui secara utuh latar belakang tindakan SB serta rangkaian kejadian sebelum perusakan berlangsung.






Komentar (0)