Paloh Syok Tokoh Politik Diduga Turut Disadap Listyo Dkk, Minta Polri Bongkar Sampai Akarnya

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kader Partai NasDem yang juga Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, mengungkapkan Ketua Umum NasDem Surya Paloh terkejut setelah mengetahui dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara, termasuk petinggi partai politik.

Sugeng mengatakan, Surya Paloh sempat menelepon dirinya untuk memastikan kabar tersebut. Keduanya sama-sama terkejut karena dugaan penyadapan itu dinilai sulit diterima akal sehat.

“Kebetulan Pak Surya telepon saya, saya sampaikan, Pak Surya pun syok. Bisa se-apa ya, sedramatis itu? Ini enggak enggak masuk dalam logika apa pun,” kata Sugeng saat ditemui di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (5/11).

Sugeng menyampaikan kepada Surya Paloh bahwa dugaan penyadapan tersebut menyasar sejumlah pihak, termasuk Ketua Umum NasDem. Menurutnya, kabar itu membuat mereka mempertanyakan bagaimana praktik penyadapan bisa terjadi dalam skala tersebut.

“Pak Surya pun apa, sempat, ‘Apa yang terjadi?’ gitu. ‘Bener itu?’ ‘Bener,’ saya sampaikan. Kebetulan Pak Surya lagi di Turki mendapat penghargaan dari pemerintah Turki. Dan syok, katakanlah demikian, sebagai ya saya sampaikan juga bahwa semua kita disadap, termasuk ketum saya sampaikan,” ujarnya.

NasDem Minta Polisi Bongkar Motif Penyadapan

Sugeng menilai dugaan penyadapan terhadap Presiden hingga sejumlah pejabat negara merupakan peristiwa di luar nalar. Karena itu, NasDem meminta pemerintah dan kepolisian mengusut kasus tersebut hingga tuntas, termasuk mengungkap motif di balik tindakan tersebut.

Ia mengapresiasi kepolisian karena dugaan praktik penyadapan itu dibongkar oleh institusi kepolisian sendiri. Namun, ia meminta proses pengusutan dilakukan secara transparan dan proporsional agar masyarakat mendapat penjelasan utuh.

“Maka ini sudah kejadian, maka kita dukung pemerintah untuk menuntaskan itu. Kita dukung kepolisian, kita apresiasi setinggi-tingginya kepolisian karena yang membongkar juga polisi sendiri. Jadi teruskan semuanya dengan transparan, semua secara proporsional harus ada tindakan-tindakan yang sepadan dari apa yang dilakukan,” tutur Sugeng.

Menurut Sugeng, pengungkapan motif penting karena kasus tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan antarpihak. Padahal, Indonesia membutuhkan soliditas untuk menghadapi berbagai tantangan, terutama tekanan ekonomi global.

“Ini kan bisa menimbulkan distrust ke sana ke mari, padahal dalam situasi hari ini kita membutuhkan soliditas masyarakat bangsa ini,” katanya.

Sugeng juga menyinggung kemungkinan adanya motif politik di balik dugaan penyadapan tersebut. Ia menilai, jika tindakan itu dilakukan untuk memperoleh kekuasaan politik, cara tersebut merupakan praktik politik yang rendah dan tidak beradab.

“Kalau itu ada motif politik, kok saya kira politik rendahan dengan apa untuk mencapai kekuasaan politik dengan cara-cara kayak begini di saat bangsa ini menghadapi persoalan yang berat,” ucapnya.

Ia menegaskan, dalam negara demokrasi, kepentingan politik semestinya diperjuangkan melalui mekanisme yang tersedia, seperti pemilihan umum dan partai politik, bukan melalui praktik penyadapan.

“Sebagai negara demokrasi, kita diberi kesempatan untuk membangun misalnya partai politik dan sebagainya. Itulah cara-cara kita dalam demokrasi yang beradab. Tapi cara-cara dengan kayak ini sangat tidak beradab,” lanjut Sugeng.

Pengurus NasDem Disebut Masuk Daftar Pihak yang Disadap

Sugeng juga mengungkapkan informasi bahwa sejumlah pengurus NasDem masuk dalam daftar pihak yang diduga disadap. Informasi itu, kata dia, didengarnya dari Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni.

Meski demikian, Sugeng mengaku tidak ingin berspekulasi mengenai pihak-pihak yang terdampak. Ia juga menyebut komunikasi internal NasDem selama ini tidak berkaitan dengan hal-hal yang bersifat konspiratif maupun tindak pidana korupsi.

“Saya dengar laporan, beberapa orang sudah dinyatakan confirm disadap. Ya melalui salah seorang Wakil Pimpinan Komisi III yang menyatakan pengurus NasDem disadap,” ungkapnya.

Sugeng mengatakan, komunikasi para pengurus NasDem, termasuk melalui grup WhatsApp, selama ini tidak mengarah pada pembicaraan yang mencurigakan. Karena itu, ia mempertanyakan dasar dan tujuan penyadapan terhadap sejumlah tokoh, termasuk dari kalangan partai politik.

“Materi yang sering kami diskusikan melalui WA grup, melalui komunikasi-komunikasi selama ini tidak mengarah ke sana. Tetapi entah apa coba kayak begini, moral, etik, apa lagi? Dari sisi apa pun enggak ketemu nalar,” kata Sugeng.

Ia juga menyoroti luasnya pihak yang disebut masuk dalam daftar penyadapan, mulai dari Presiden, menteri, pimpinan partai politik, tokoh lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga jurnalis.

Sugeng meminta kepolisian membongkar kasus tersebut hingga ke akar-akarnya agar tidak menjadi persoalan baru yang mengganggu soliditas nasional.

“Mudah-mudahan pemerintah ini atau kepolisian bisa diberi kekuatan untuk membongkar sampai akar-akarnya,” pungkasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rupiah Hari Ini Menguat Menjadi Rp18.070 per Dolar AS Dipengaruhi Hasil Pemilu Paruh Waktu AS
• 11 jam lalu
0
thumb
Dasco Buka Suara Usai Diisukan Jadi Wapres Pengganti Gibran: Ada Upaya...
• 12 jam lalu
0
thumb
Mengenal Deb Haaland, Perempuan Pribumi AS Pertama yang Jabat Gubernur New Mexico
• 3 jam lalu
0
thumb
Prakiraan Cuaca, Sejumlah Wilayah Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini
• 16 jam lalu
0
thumb
Samin Tan Juga Didakwa Pencucian Uang Rp18,1 Triliun dari Penjualan Batu Bara Ilegal
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.