BOGOR, DISWAY.ID – Ratusan siswa dan guru diduga menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Peyebab keracunan MBG di dua wilayah yakni Kecamatan Cisarua dan Dramaga hingga kini belum bisa dipastikan
Pasalnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor justru tak mampu memastikan kapan hasil uji laboratorium keluar.
Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, mengakui hasil pemeriksaan sampel dari kasus Cisarua dan Dramaga masih belum diterima. Kedua sampel tersebut telah dikirim ke laboratorium di Bandung.
“Dua-duanya belum keluar. Sampelnya masih diperiksa di Bandung,” ujar Fusia kepada wartawan, Kamis 5 November 2026.
BACA JUGA:Soal Geng Solo Dikaitkan dengan Penyadapan, Habiburokhman: Mau Oslo, Mau Solo Hukum Harus Ditegakkan
Fusia beralasan pemeriksaan membutuhkan ketelitian lebih karena kasus dugaan keracunan tersebut bukan kejadian biasa.
“Harus lebih teliti karena ini bukan kasus biasa,” katanya.
Namun, ketika ditanya kapan hasil pemeriksaan akan rampung, Dinkes justru tidak mampu memberikan kepastian waktu.
“Kami tidak bisa pastikan. Kalau sudah keluar, pasti dikasih tahu,” tegasnya.
BACA JUGA:Jokowi Diberondong Pertanyaan soal Penyadapan dan Geng Solo, Begini Reaksinya
Ketidakpastian tersebut membuat penyebab dugaan keracunan masih menjadi tanda tanya. Padahal, hasil laboratorium dibutuhkan untuk menelusuri sumber masalah dan memastikan langkah penanganan selanjutnya.
Diketahui, kasus pertama terjadi di SMPN 2 Cisarua pada 21 Oktober 2026 dengan 103 siswa terdampak.
Enam hari kemudian, dugaan keracunan kembali terjadi di SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga dengan 489 siswa dan guru terdampak. (*)






Komentar (0)