Bayar Janji ke Peternak, Mentan Amran Perkuat Integrasi Petani Jagung hingga Koperasi: Solusi Permanen!

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membayar janjinya untuk menyiapkan sistem baru guna menjaga ketersediaan jagung sebagai bahan baku pakan sekaligus melindungi peternak dari gejolak harga.

Melalui integrasi petani jagung, peternak, koperasi, dan Bulog, hasil panen yang berlebih akan diserap dan disimpan sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan peternak saat memasuki musim paceklik.

Baca Juga :
Perketat Pengawasan Beras SPHP, Amran Minta Mafia Pangan Dihukum Berat: Harus Diberantas!
Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara Perketat Pengawasan SPHP!

Mentan Amran mengatakan, skema tersebut merupakan bagian dari pembangunan ekosistem peternakan dari hulu hingga hilir. Langkah ini juga menjadi tindak lanjut atas aspirasi lebih dari seribu perwakilan peternak dari berbagai daerah yang sebelumnya datang ke Jakarta untuk menyampaikan persoalan usaha peternakan.

"Kita hari ini tunaikan janji. Setelah peternak seluruh Indonesia, perwakilannya ada seribu lebih, datang ke Jakarta menemui kami, kita rencanakan ke depan membangun ekosistem peternak. Kita mulai dari hulu sampai hilir," ujar Mentan Amran saat kunjungan kerja di Blitar, Jawa Timur, Kamis (5/11).

Dalam sistem yang disiapkan, petani jagung akan terhubung dengan koperasi dan peternak sebagai bagian dari rantai pasok.

Ketika produksi jagung melimpah, hasil panen yang berlebih akan dibeli Bulog dan disimpan melalui mekanisme resi gudang.

Stok tersebut kemudian dapat dimanfaatkan kembali oleh peternak ketika pasokan mulai terbatas, terutama pada periode September hingga November.

"Ini tanam jagung, kemudian offtaker-nya peternak. Kalau berlebih jagungnya dibeli oleh Bulog, menjadi resi gudang. Begitu masa paceklik, September, Oktober, November, itu boleh diambil kembali oleh peternak yang mendampingi dari Bulog. Jadi nanti ini suatu ekosistem, ini solusi permanen," jelasnya.

Mentan Amran menegaskan, koperasi menjadi salah satu penggerak penting dalam sistem tersebut. Koperasi yang telah berjalan tidak perlu dibubarkan atau diganti, tetapi diperkuat agar mampu menghubungkan kebutuhan peternak dengan produksi jagung petani. Melalui skema ini, pemerintah ingin menciptakan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku pakan bagi peternak.

Manfaat dukungan pemerintah terhadap pasokan jagung tersebut telah dirasakan oleh sejumlah peternak. Ketua Koperasi Anjuk Ladang Makmur Kabupaten Nganjuk, Zainuddin, menyampaikan apresiasi atas bantuan jagung yang telah diterima koperasinya melalui program SPHP.

Baca Juga :
Mentan Amran Minta Pengoplos Beras SPHP Diberi Hukuman Mati
Bulog Bongkar Modus Oplos Beras SPHP: Pesan 4 Ton Lalu Dikemas Ulang Jadi 50 Kg
Buntut Kasus Oplos Beras SPHP di Jaktim, Mentan sebut Satu Orang Jadi Tersangka

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gubernur New York Hochul Kampanye di Kawasan Queens: Menjamin Hak Masyarakat untuk Memprotes Komunisme
• 16 jam lalu
0
thumb
Reaksi Roy Suryo saat Jokowi Tunjukkan Ijazah Fakultas Kehutanan UGM di Sidang
• 12 jam lalu
0
thumb
Resmi! Yordania Umumkan Pembatalan Uji Coba Lawan Timnas Indonesia: Permintaan PSSI, Mereka Minta Maaf
• 6 jam lalu
0
thumb
Polemik Limbah Bakso Dibuang ke Got di Semarang Berakhir Damai, Pemilik Warung Janji Pasang Filter
• 3 jam lalu
0
thumb
Pramono Ingatkan Potensi Banjir Besar di Jakarta pada 2027, Puncak Hujan Diprediksi Februari
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.