Polemik pembuangan limbah bakso di saluran got warga di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, berakhir damai setelah dimediasi pihak kepolisian.
Sebelumnya, dalam video yang ramai beredar di media sosial, karyawan bakso tersebut sedang membuang kuah bakso ke saluran got di depan rumah warga sehingga menimbulkan pertikaian.
Ia pun cuek saja ketika pemilik rumah meminta agar ia tidak membuang kuah lagi di tempat yang sama.
Kasi Humas Polrestabes Semarang Kompol Sugito membenarkan adanya permasalahan antara pemilik rumah dengan warung bakso tersebut.
Mediasi langsung dilakukan oleh Kapolsek Banyumanik Kompol Hengky Prasetyo, perangkat kelurahan, Rukun Tetangga (RT), dan perwakilan warga yang terdampak.
"Sudah dimediasi kemarin, dan ada beberapa poin kesepakatan," ujar Sugito kepada wartawan, Kamis (5/11).
Dalam mediasi itu, pemilik warung bakso berjanji tidak akan lagi membuang kuah atau limbah bakso ke saluran warga. Limbah bakso akan dibuang ke sanitasi pembuangan limbah dengan tambahan obat penghilang bau limbah.
"Pemilik warung bakso membuat sanitasi pembuangan limbah bakso di depan lahan rumah pribadi bukan di depan rumah warga," jelas Sugito.
Pihaknya pun meminta agar pengurus RW dan RT setempat melakukan musyawarah agar masalah ini tidak berlarut-larut, termasuk permasalahan parkir mobil dan motor yang disebut mengganggu mobilitas warga.
"Kami juga akan menyampaikan hasil mediasi ini ke Kelurahan Srondol Wetan dengan pembuatan atau perbaikan saluran air karena kami lihat tersumbat," ucap Sugito.
Sementara itu, pemilik rumah di depan got, Rina (27), mengaku persoalan ini sudah berlangsung cukup lama. Ia menyebut bau limbah bakso itu sangat mengganggu kehidupannya.
"Sebenarnya aku nggak masalah dengan usaha di depan rumah aku. Cuma yang bikin aku resah adalah setiap malam aku harus mencium aroma yang nggak sehat dan nggak sedap dari got di depan rumah aku sendiri," ungkap Rina.
Ia mengaku sudah berkali-kali menegur pihak warung bakso untuk berhenti membuang limbah berupa kuah berlemak ke got di depan rumahnya.
"Tapi balik lagi, mereka sudah speak up satu atau dua kali, tidak digubris. Terus rata-rata akhirnya hanya bisa diam," tegas dia.
Kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh Rina dan keluarganya. Ia menyebut warga sekitar juga merasakan hal yang sama dengan bau busuk tersebut.
"Baunya menyengat, maaf seperti bangkai cairan lemak. Di sini kan ada kamar depan, kamar tamu, jadi baunya memang masuk ke dalam. Kami pun yang suka ngumpul di depan rumah merasa terganggu, mau hujan mau kemarau, sama aja aromanya," keluh Rina.
Rina pun meminta pemilik usaha bakso itu tidak lagi membuang limbah sembarangan ke saluran air dan tidak mengganggu kenyamanan warga.
"Akhirnya mereka berkomitmen untuk memasang filter. Intinya mereka ke depannya berkomitmen tidak akan membuang limbah ke sembarang tempat lagi, terutama di depan rumah aku, jadi tutup sementara," kata Rina.






Komentar (0)