Prabowo Disadap Listyo, Pigai: Ini jelas Ancaman Nyata

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai meminta Polri mengusut tuntas dugaan penyadapan ilegal yang dilakukan eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP) terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Pengusutan kasus itu menurutnya harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

BACA JUGA: Info Bocoran dari Yusril soal Tujuan Listyo Sigit Sadap Prabowo, Ada Kata Melumpuhkan

Pigai mengatakan proses penegakan hukum harus dilakukan secara objektif guna memastikan pertanggungjawaban hukum terhadap setiap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran serta mencegah terulangnya praktik serupa.

Menurutnya, penyadapan ilegal terhadap Presiden, tokoh politik, tokoh pers, pengusaha, hingga masyarakat sipil merupakan ancaman nyata terhadap hak atas privasi, keselamatan, dan rasa aman setiap warga negara.

BACA JUGA: Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Terima Suap Rp3,87 M, Divonis 5 Tahun Penjara

Dia juga mengingatkan bahwa perlindungan hak asasi manusia (HAM) harus diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

"Ini jelas jadi ancaman nyata dan serius terhadap hak asasi manusia, pertahanan dan keamanan negara. Ada hak atas privasi di situ, keselamatan dan rasa aman yang terancam. Kalau Presiden saja diperlakukan seperti ini maka bisa kita bayangkan masyarakat kita bagaimana," ucap Pigai, Rabu (4/11/2026).

BACA JUGA: Chandra Singgung Kedekatan Jokowi-Listyo, Mahfud Dapat Info Hasil Sadapan Sampai ke Solo

Menteri Pigai menegaskan bahwa penyadapan yang dilakukan secara sewenang-wenang dengan tidak berdasarkan hukum, merupakan sebuah pelanggaran atas hak privasi yang merupakan hak dasar yang dilindungi oleh konstitusi.

Dia menyebut penyadapan yang dilakukan oleh LSP dan dua tersangka lainnya tidak hanya bertentangan dengan HAM, tetapi juga membahayakan hak asasi manusia yang dijamin dalam UUD 1945 beserta undang-undang di bawahnya.

Dalam konteks keamanan nasional, katanya, dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pihak lainnya berpotensi mengancam pertahanan dan keamanan negara.

Oleh karena itu, Pigai menegaskan bahwa seluruh institusi negara harus memastikan pengusutan kasus tersebut berjalan tuntas, disertai pengawasan yang efektif dan penegakan hukum yang akuntabel dengan tetap berpedoman pada prinsip-prinsip HAM.

Dia juga mengingatkan pentingnya dukungan seluruh elemen negara dalam menjaga keamanan nasional, menegakkan hukum, dan melindungi HAM.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan tiga petinggi Polri berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dugaan tindak pidana penyadapan tanpa prosedural dan penghapusan data elektronik serta akses ilegal.

Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi Asep Safrudin mengatakan ketiga tersangka diduga menyadap Presiden, menteri, pejabat, tokoh politik, hingga media, sejak 2025.

"Para tersangka tersebut diduga telah melakukan penyadapan tanpa prosedural atau illegal tapping terhadap nomor telepon Presiden Republik Indonesia, pejabat negara, tokoh-tokoh politik, kemudian media, tokoh ormas, lembaga swadaya masyarakat, dan para pengusaha," katanya.

Asep menjelaskan para tersangka ditengarai menyadap nomor telepon target-target tersebut secara ilegal. Kegiatan itu diduga berlangsung hingga 2026.

Modus operandinya, para tersangka diduga memerintahkan penyadapan tanpa surat permohonan penyidik maupun lampiran laporan polisi.

Penyadapan itu dilakukan tanpa ada kaitannya dengan penegakan hukum. Kemudian, para tersangka juga menghapus jejak log pada bulan Oktober 2026 untuk menghilangkan riwayat penyadapan.(Ant/JPNN)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BPS: Ekonomi Indonesia Kuartal III 2026 Tumbuh 5,47 Persen
• 3 jam lalu
0
thumb
BYD Respons Insiden Atto 1 Patah As Roda di Jakarta
• 19 jam lalu
0
thumb
Tiga Pati Polri Tersangka Penyadapan, Menko Polkam Pastikan Proses Hukum Transparan
• 2 jam lalu
0
thumb
Unek-Unek Pelatih Melbourne Victory Imbas Kena Remontada Persib di ACL Two: Kami Seharusnya Bisa Menang
• 20 menit lalu
0
thumb
Arsenal Menang 2-1 atas Slavia Praha, Arteta Buka-bukaan Masalah Skuatnya
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.