The Gunners tampil meyakinkan pada paruh pertama pertandingan. Arsenal unggul 2-0 melalui gol Noni Madueke dan Viktor Gyokeres. Tim asal London itu bahkan berpeluang memperbesar keunggulan lewat kesempatan yang diperoleh Mikel Merino dan Eberechi Eze.
Namun, situasi berubah setelah turun minum. Arsenal kehilangan kendali permainan, kerap melakukan kesalahan saat menguasai bola, dan kesulitan mempertahankan organisasi pertahanan.
Slavia Praha memanfaatkan penurunan performa tersebut untuk meningkatkan tekanan. Wiktor Nowak mencetak gol yang memperkecil ketertinggalan sekaligus membuat pertandingan berlangsung menegangkan hingga menit-menit akhir.
Arsenal akhirnya mampu mempertahankan keunggulan dan mengamankan kemenangan. Meski demikian, Arteta menilai timnya menunjukkan dua penampilan yang sangat berbeda sepanjang pertandingan.
“Dua babak yang sangat berbeda. Pada babak pertama, kami bermain pada level yang sangat tinggi. Bahkan, pada beberapa momen tampil luar biasa. Seharusnya skor bisa mencerminkan keunggulan tiga atau empat gol,” kata Arteta.
Ia mengaku sudah mengingatkan para pemain saat jeda pertandingan bahwa Slavia Praha merupakan tim dengan semangat juang tinggi dan tidak akan menyerah begitu saja.
Namun, Arsenal justru kehilangan kendali sejak awal babak kedua. Arteta menilai para pemain terlalu sering kehilangan bola dan gagal menjaga struktur permainan.
Baca Juga :
Jadwal Liga Champions Nanti Malam: Real Madrid dan Arsenal Berlaga“Kami sama sekali tidak mampu mengendalikan situasi itu. Sejak awal babak kedua, kami justru berada dalam tekanan. Kami terlalu ceroboh, kehilangan banyak bola, melakukan banyak sapuan yang buruk, serta gagal mempertahankan penguasaan bola dan struktur permainan,” ujarnya.
Arteta mengakui timnya harus bekerja keras untuk mempertahankan keunggulan karena lawan di Liga Champions memiliki kualitas tinggi.
Tekanan Slavia Praha terlihat dari statistik pertandingan. Tuan rumah melepaskan 17 tembakan, lima lebih banyak dibandingkan Arsenal.
Pertahanan Arsenal juga beberapa kali berada dalam situasi berbahaya. Gabriel harus melakukan penyelamatan penting di depan gawang, sementara kiper David Raya tampil gemilang dengan menepis sundulan lawan hingga bola membentur tiang.
Arteta mengapresiasi kualitas Raya, tetapi ia menilai penyelamatan tersebut seharusnya tidak perlu terjadi apabila tim mampu menjaga performa sesuai standar.
“Dia kembali harus menunjukkan kualitasnya, bahkan jauh lebih banyak daripada yang kami perkirakan. Itu bagus, tetapi saya sangat khawatir dengan apa yang terjadi sebelumnya. Hal seperti itu bukan sesuatu yang biasanya kami tunjukkan,” kata Arteta.
Ia menegaskan Arsenal masih memiliki banyak hal yang harus diperbaiki, terutama dalam menjaga konsistensi permainan selama 90 menit.
“Kami sangat jauh dari standar yang kami tetapkan, dalam segala hal yang harus kami lakukan. Dalam setiap aspek dasar, konsep permainan, dan semua hal yang sudah kami diskusikan untuk menghindari penampilan seperti pada babak kedua,” tegasnya.
Meski mengaku kecewa, Arteta tetap mengapresiasi kemampuan timnya mengamankan hasil akhir. Ia berharap pengalaman tersebut menjadi pelajaran agar Arsenal tidak kembali kehilangan kendali ketika menghadapi lawan dengan kualitas tinggi di kompetisi Eropa.
“Kami sangat jauh dari standar yang kami harapkan satu sama lain. Namun, kami menemukan cara untuk mempertahankan hasil dan memenangkan pertandingan,” pungkasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Arsenal Menang 2-1 atas Slavia Praha, Arteta Buka-bukaan Masalah Skuatnya Klik untuk baca: https://www.medcom.id/olahraga/liga-champions/zNAdB08K-arsenal-menang-2-1-atas-slavia-praha-arteta-buka-bukaan-masalah-skuatnya
(ASM)






Komentar (0)