Jakarta, tvOnenews.com - Kiper FC Andorra, Jesus Owono mengungkapkan kondisinya setelah menjadi korban perundungan atas meninggalnya pemain Tenerife, Jesus de Miguel.
Jesus de Miguel meninggal dunia setelah mengalami kolaps di pertandingan antara FC Andorra melawan Tenefire Senin (2/11/2026). Sempat dilarikan ke rumah sakit dan dirawat di ICU, Jesus de Miguel mengembuskan nafas terakhir pada keesokan harinya.
Kiper asal Guinea Khatulistiwa tersebut mengaku masih kesulitan menerima kenyataan bahwa rekan sesama pesepak bola itu telah meninggal dunia.
Jesus Owono menggambarkan kejadian tersebut sebagai salah satu masa paling berat yang pernah ia alami. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, kerabat, serta orang-orang terdekat De Miguel.
"Ini adalah hari-hari tersulit dalam hidup saya. Sulit bagi saya untuk menemukan kata-kata dan saya sangat kesulitan memahami semua yang telah terjadi," ujar Owono dikutip dari laman Gulf News, Kamis (5/11/2026).
Jesus Owono terlibat langsung dalam insiden duel udara dengan Jesus de Miguel di menit akhir pertandingan. Dia pun menjadi sasaran perundungan dengan disebut sebagai awal kepergian sang pemain.
Owono juga menyampaikan bahwa dirinya siap menghadapi berbagai persoalan yang mungkin muncul setelah kejadian tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa kesedihan atas kepergian De Miguel menjadi hal yang paling memenuhi pikirannya saat ini.
"Saya merasakan kesedihan yang luar biasa atas kehilangan Jesus. Saya memikirkan dirinya, keluarganya, dan semua orang yang menyayanginya, saya tahu akan ada banyak hal yang harus diselesaikan dan saya akan menghadapi semuanya dengan penuh rasa hormat," katanya.
"Namun, saat ini sejujurnya saya tidak bisa memikirkan apa pun selain Jesus dan rasa sakit yang sedang kami alami. Beristirahatlah dengan tenang, Jesus," lanjutnya.
Rekan setimnya, Lautaro Spatz, turut memberikan pembelaan dan meminta publik memahami kondisi psikologis Owono. Menurutnya, orang-orang yang mengenal sang penjaga gawang mengetahui bahwa kejadian tersebut memberikan pukulan emosional yang sangat berat.
"Orang-orang yang mengenalnya tahu seperti apa dirinya, betapa besar penderitaan yang sedang dialaminya saat ini, dan bahwa dia tidak akan pernah dengan sengaja menyakiti siapa pun," kata Spatz.





Komentar (0)