Wenang Aryz Lauwing (34) lewat panggilan telepon pada Rabu (4/10/2026) pagi, bercerita tentang pergumulan masyarakat di Pulau Landu, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Dari pulau mungil di tepian Samudra Hindia, kisah tentang terang mencoba mengejar berbagai ketertinggalan.
Kompas terakhir mendatangi Pulau Landu pada Rabu (8/7/2026). Landu berada di bagian selatan Pulau Rote. Dari Kota Kupang, perjalanan menggunakan kapal laut selama empat jam.
Tiba di Pulau Rote, perjalanan dilanjutkan dengan mobil sekitar satu jam. Setelah itu, Kompas butuh menyebarang lagi dengan perahu motor sekitar 20 menit.
Menurut Aryz, kendati perekonomian nasional sedang lesu, pengaruh pembangunan di pulau berpenghuni paling selatan Indonesia itu sudah terasa menopang kehidupan masyarakat. Dia bersyukur dengan kondisi ini.
Yang paling nyata adalah pelayanan listrik yang menurut mereka terus dibenahi. Kendati menyala tidak sampai 24 jam dalam sehari, masyarakat sudah merasa cukup senang.
"Tentu yang kami harapkan adalah bisa menyala 24 jam dan kapasitasnya lebih besar," kata Aryz, yang juga pendeta Kristen Protestan itu.
Cahaya terang di pulau mungil seluas 643 hektar itu ditopang pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas beban puncak 110 Kilowatt. Dibangun PT Perusahaan Listrik Negara, pembangkit mulai beroperasi sejak tahun 2023. Jumlah penerima manfaat 200 rumah, yang dihuni 803 jiwa.
Dampak kehadiran listrik begitu terasa. Terang listrik membuat anak-anak bisa belajar pada malam hari. Mereka sering berkumpul di taman baca yang dikelola oleh Aryz. Banyak dari mereka yang sebelumnya tidak lancar membaca, kini lebih percaya diri kala disodorkan bahan bacaan.
Di rumah penduduk, berdiri kulkas yang didalamnya penuh dengan es balok. Kendati jumlahnya terbatas, es balok membantu nelayan mengawetkan hasil tangkapan mereka sebelum dijual ke Pulau Rote. Pulau Landu adalah penghasil ikan potensial tapi selama ini nelayannya hidup miskin lantaran kesulitan akses pasar.
Aryz berharap, kapasitas pembangkit listrik di Pulau Landu ditingkatkan lagi. Ia yakin, ekonomi masyarakat akan lebih maju. Tidak ada lagi nelayan miskin di pulau yang kaya akan hasil laut itu.






Komentar (0)