Purwodadi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengusulkan revitalisasi dua pasar tradisional, yakni Pasar Gubug dan Pasar Purwodadi, kepada pemerintah pusat dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp115 miliar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Grobogan Pradana Setyawan saat dihubungi di Purwodadi, Grobogan, Kamis mengatakan, revitalisasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kelayakan bangunan pasar sekaligus memberikan kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat.
Ia menjelaskan, untuk Pasar Gubug, usulan anggaran revitalisasi sebesar Rp39 miliar. Program tersebut diperkirakan berdampak terhadap sekitar 1.268 pedagang yang beraktivitas di pasar tersebut.
"Saat ini masih dalam proses penjadwalan review Detail Engineering Design (DED) oleh kementerian terkait," ujarnya.
Sementara itu, revitalisasi Pasar Purwodadi juga diusulkan mengingat kondisi bangunannya yang telah berusia lebih dari 30 tahun. Pasar tersebut menampung sebanyak 1.680 pedagang.
Pradana menjelaskan, Disperindag sebelumnya telah menyusun perencanaan DED dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp158 miliar. Namun, besaran anggaran tersebut dinilai belum memungkinkan untuk direalisasikan pemerintah pusat.
Karena itu, pihaknya meninjau ulang perencanaan dengan menyesuaikan kebutuhan anggaran menjadi sekitar Rp76 miliar.
Baca juga: Kemendag kucurkan Rp1,9 triliun revitalisasi pasar tradisional
Baca juga: Gubernur Jateng harap revitalisasi Pasar Johar perhatikan arsitektur asli
Dalam usulan terbaru, revitalisasi Pasar Purwodadi tidak dilakukan melalui pembangunan ulang secara menyeluruh, melainkan menggunakan konsep retrofit atau penguatan struktur bangunan lama.
"Konsepnya retrofit, yakni memperkuat struktur bangunan. Jadi, bentuk pasar tidak berubah, tetapi strukturnya diperkuat agar lebih kokoh, lebih segar, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung," jelasnya.
Menurut dia, melalui konsep tersebut, bangunan pasar tetap mempertahankan bentuk dasarnya, tetapi dilakukan penguatan struktur dan penataan lingkungan agar lebih layak digunakan.
Pradana menambahkan, seluruh dokumen dan kelengkapan administrasi untuk pengajuan revitalisasi kedua pasar tersebut telah disiapkan.
Pihaknya berharap pemerintah pusat dapat mengakomodasi usulan tersebut sehingga revitalisasi dapat segera direalisasikan.
"Kelengkapan sudah kami siapkan. Harapannya, usulan ini bisa direalisasikan oleh pemerintah pusat," katanya.
Revitalisasi kedua pasar tersebut diharapkan dapat memperbaiki kondisi sarana perdagangan sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Grobogan.
Baca juga: Kemendag kembangkan 3 pasar percontohan di Jateng
Baca juga: Revitalisasi Pasar Banyuwangi rampung pedagang mulai berjualan
Baca juga: Kemendag verifikasi 336 pasar rakyat untuk program revitalisasi 2027
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Grobogan Pradana Setyawan saat dihubungi di Purwodadi, Grobogan, Kamis mengatakan, revitalisasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kelayakan bangunan pasar sekaligus memberikan kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat.
Ia menjelaskan, untuk Pasar Gubug, usulan anggaran revitalisasi sebesar Rp39 miliar. Program tersebut diperkirakan berdampak terhadap sekitar 1.268 pedagang yang beraktivitas di pasar tersebut.
"Saat ini masih dalam proses penjadwalan review Detail Engineering Design (DED) oleh kementerian terkait," ujarnya.
Sementara itu, revitalisasi Pasar Purwodadi juga diusulkan mengingat kondisi bangunannya yang telah berusia lebih dari 30 tahun. Pasar tersebut menampung sebanyak 1.680 pedagang.
Pradana menjelaskan, Disperindag sebelumnya telah menyusun perencanaan DED dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp158 miliar. Namun, besaran anggaran tersebut dinilai belum memungkinkan untuk direalisasikan pemerintah pusat.
Karena itu, pihaknya meninjau ulang perencanaan dengan menyesuaikan kebutuhan anggaran menjadi sekitar Rp76 miliar.
Baca juga: Kemendag kucurkan Rp1,9 triliun revitalisasi pasar tradisional
Baca juga: Gubernur Jateng harap revitalisasi Pasar Johar perhatikan arsitektur asli
Dalam usulan terbaru, revitalisasi Pasar Purwodadi tidak dilakukan melalui pembangunan ulang secara menyeluruh, melainkan menggunakan konsep retrofit atau penguatan struktur bangunan lama.
"Konsepnya retrofit, yakni memperkuat struktur bangunan. Jadi, bentuk pasar tidak berubah, tetapi strukturnya diperkuat agar lebih kokoh, lebih segar, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung," jelasnya.
Menurut dia, melalui konsep tersebut, bangunan pasar tetap mempertahankan bentuk dasarnya, tetapi dilakukan penguatan struktur dan penataan lingkungan agar lebih layak digunakan.
Pradana menambahkan, seluruh dokumen dan kelengkapan administrasi untuk pengajuan revitalisasi kedua pasar tersebut telah disiapkan.
Pihaknya berharap pemerintah pusat dapat mengakomodasi usulan tersebut sehingga revitalisasi dapat segera direalisasikan.
"Kelengkapan sudah kami siapkan. Harapannya, usulan ini bisa direalisasikan oleh pemerintah pusat," katanya.
Revitalisasi kedua pasar tersebut diharapkan dapat memperbaiki kondisi sarana perdagangan sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Grobogan.
Baca juga: Kemendag kembangkan 3 pasar percontohan di Jateng
Baca juga: Revitalisasi Pasar Banyuwangi rampung pedagang mulai berjualan
Baca juga: Kemendag verifikasi 336 pasar rakyat untuk program revitalisasi 2027






Komentar (0)