Heboh Pendakwah Gus Faruq Ceramah dari Dalam Kuburan di Sultra

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Konawe Selatan -

Pendakwah bernama Gus Faruq menjadi sorotan setelah menyampaikan ceramah sekitar 1,5 jam dari dalam liang lahat di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra). Metode dakwah menyerupai pemakaman jenazah itu menuai beragam respons, termasuk dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) hingga tanggapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sultra.

Peristiwa itu berlangsung dalam kegiatan Pengajian Rutin Ahad Pahing PCNU Konsel di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, Minggu (1/11). Salah satu Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Konsel, Yazidurrozaq, mengaku menyaksikan langsung prosesi ceramah yang tidak biasa tersebut.

"Memang beliau melakukan proses seperti jenazah dikebumikan. Beliau lebih dulu dipakaikan kain kafan, lalu dikubur," ujar Yazidurrozaq, seperti dilansir detiksulsel, Selasa (3/11/2026).

Baca juga: Kantor Bupati Polman Digeledah Terkait Korupsi Honor Rohaniawan Rp 4,2 Miliar

Liang lahat tersebut bahkan dibuat menyerupai makam pada umumnya dengan gundukan tanah dan sebuah nisan di bagian atasnya. Yazid menyebut tidak ada lubang udara yang disediakan di dalam liang lahat, sementara hanya kabel mikrofon yang menjulur keluar untuk mendukung penyampaian ceramah.

"Bahkan ada gundukan tanahnya dan ada nisannya juga. Bisa dipastikan tidak ada lubang udara, hanya kabel mikrofon saja yang keluar," tuturnya.

PCNU Tegaskan Bukan Praktik Menyembah Kubur

Ketua PCNU Konsel Mohamad Anwar meminta masyarakat tidak keliru memahami metode dakwah yang dilakukan Gus Faruq. Dia menegaskan kegiatan tersebut merupakan cara menyampaikan pesan tentang kematian, bukan bentuk praktik menyembah kubur.

"Ini adalah metode ceramah, bukan menyembah kubur. Beliau ceramah tentang kematian dari dalam liang lahat sebagai media untuk mengingatkan jamaah agar mengingat kematian dan segera bertaubat," kata Anwar dalam keterangannya, Selasa (3/11).

Anwar menjelaskan materi ceramah yang disampaikan Gus Faruq berlandaskan ajaran tauhid dengan tujuan mengingatkan jamaah tentang kematian. Menurutnya, metode tersebut merupakan bentuk kreativitas dalam berdakwah selama tetap memperhatikan keselamatan dan adab.

"Niatnya tadzkiratul maut (ingat mati), isinya tauhid. Bukan syirik," bebernya.

Baca juga: Video Kantor Bupati Polman Digeledah Terkait Dugaan Korupsi Honor Rohaniwan Rp 4,2 M

Meski demikian, Anwar mengingatkan agar metode serupa tidak dilakukan sembarangan karena memiliki risiko keselamatan. Dia juga menekankan dakwah Nahdlatul Ulama harus tetap mengutamakan pendekatan hikmah dan tidak menimbulkan ketakutan berlebihan di tengah masyarakat.

"Boleh sebagai metode kreatif, tapi jangan ditiru sembarangan karena ada faktor keselamatan dan adab," jelasnya.

Baca selengkapnya di sini




(idh/dhn)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Demi Lindungi Buah Hati, Sarwendah Kantongi Surat Keterangan dari Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak
• 20 jam lalu
0
thumb
Mensesneg Sebut Tindakan Listyo Sigit Dkk Sadap Presiden Mengarah ke Makar
• 23 jam lalu
0
thumb
DPP Petani NasDem Dorong Percepatan Hak Tanah Masyarakat Adat
• 15 jam lalu
0
thumb
Kasus ISPA Tembus 401 Ribu, Kemenkes Kerahkan Jutaan Masker ke 7 Provinsi
• 14 jam lalu
0
thumb
Honda HR-V Oleng, Tabrak Pembatas Jalan, Lalu Kecebur ke Sungai di Gambir
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.