Rangkuman Rentetan Kasus Mutilasi di Jawa Timur (2008-2026)

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Penanganan beragam perkara oleh jajaran Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) memperpanjang daftar kejahatan terencana yang mengguncang rasa aman masyarakat. Penyelidikan oleh aparat kepolisian mengidentifikasi bahwa tindakan kekerasan ekstrim pada rangkaian kasus mutilasi di Jawa Timur dipicu oleh berbagai faktor kompleks, mulai dari dorongan cemburu, konflik hubungan gelap, perselisihan hutang-piutang, hingga masalah finansial.

Berdasarkan catatan Kepolisian Daerah Jawa Timur, tindak pidana pemotongan jasad tidak hanya menghilangkan nyawa korban secara paksa, tetapi juga tergolong sebagai kejahatan berdampak luas yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Pola penanganan hukum tegas dengan ancaman sanksi pidana maksimal kini diberlakukan guna memberikan efek jera kepada para tersangka.

Berikut dirangkum rincian lima kasus mutilasi di Jawa Timur yang paling menghebohkan pada masanya.

Rangkuman Kronologi Kasus Mutilasi di Jawa Timur

Aparat kepolisian terus mendalami rentetan tindak kejahatan berat yang terjadi di beberapa wilayah kabupaten dan kota di Jawa Timur. Penelusuran rangkaian kasus mutilasi di Jawa Timur mengungkapkan bahwa sebagian besar peristiwa diawali oleh perselisihan antara korban dan pelaku yang memiliki hubungan dekat, baik relasi pertemanan, rekan kerja, pasangan kekasih, hingga pernikahan siri.

Berikut adalah kronologi terperinci mengenai lima perkara mutilasi di Jawa Timur sesuai dengan fakta hukum di lapangan:

1. Kasus Ryan Jombang (Jombang, Juli 2008)

kasus mutilasi di jawa timur: ryan jombang (wowkeren)

Kasus pembunuhan berantai dan mutilasi yang melibatkan Very Idham Henyansyah alias Ryan Jombang pertama kali terungkap pada Juli 2008 saat warga menemukan potongan jasad Heri Santoso di dalam koper dan tas di kawasan Jakarta Timur. 

Penyelidikan intensif penyidik kepolisian kemudian mengarah ke rumah orang tua Ryan di Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. Di halaman belakang rumah tersebut, petugas membongkar bekas kolam ikan dan menemukan 10 jasad korban lainnya yang dikubur secara bertumpuk. 

Total korban pembunuhan sadis Ryan mencapai 11 orang, dengan motif utama yang didorong oleh rasa cemburu atas pasangan sesama jenisnya serta motivasi menguasai harta benda milik para korban.

2. Kasus Eko Fitrianto (Jombang, Februari 2025)

Masyarakat Kabupaten Jombang digemparkan oleh penemuan potongan jasad tanpa kepala di saluran irigasi Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, pada 12 Februari 2025. Beberapa jam kemudian, bagian kepala korban ditemukan petugas tersangkut di tepi Sungai Konto. Berdasarkan pencocokan identitas, korban diketahui bernama Agus Sholeh (37). 

Penyelidikan penyidik pada kasus mutilasi di Jawa Timur ini mengarah pada Eko Fitrianto (38), rekan kerja korban. Sebelum eksekusi dilakukan, keduanya sempat mengonsumsi minuman keras bersama hingga terlibat cekcok mulut. Sakit hati atas ucapan kasar korban serta perselisihan ekonomi menjadi pemicu Eko menghabisi dan memotong tubuh Agus yang saat itu berada dalam kondisi tidak berdaya.

3. Kasus Rochmat Tri Hartanto / Antok (Kediri-Ngawi, Januari 2025)

Rochmat Tri Hartanto (jpnn)

Kejahatan mutilasi di Kediri terungkap setelah ditemukannya koper merah berisi potongan jasad tanpa kepala dan kaki di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, pada Januari 2025. Korban diidentifikasi bernama Uswatun Khasanah, seorang sales kosmetik asal Blitar. 

Tersangka Rochmat Tri Hartanto alias Antok melakukan pembunuhan di sebuah kamar hotel di Kediri setelah terlibat pertengkaran hebat yang berujung pencekikan hingga korban tak sadarkan diri dan meninggal. Untuk menyamarkan perbuatannya, Antok memutilasi jasad korban dan memasukkannya ke dalam koper merah, lalu membuang potongan tubuh secara terpisah di Ngawi, Trenggalek, dan Ponorogo sebelum akhirnya ditangkap petugas.

4. Kasus Alvi Maulana (Surabaya-Mojokerto, Agustus 2025)

Peristiwa tragis terjadi pada Minggu dini hari, 31 Agustus 2025, sekitar pukul 02.00 WIB di sebuah rumah kos di Jalan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya. Tersangka Alvi Maulana (24), seorang pengemudi ojek online, tersulut emosi setelah menunggu satu jam karena pintu kamar dikunci dari dalam oleh kekasihnya, Tiara Angelina Saraswati (25). 

Pertengkaran bermula saat korban marah lantaran Alvi pulang malam seusai mengantar adiknya. Penanganan kasus mutilasi di Jawa Timur ini mencatat Alvi menyerang korban menggunakan pisau hingga tewas, lalu memutilasi jasad korban menjadi puluhan bagian di kamar mandi kos. 

Potongan jasad dimasukkan ke dalam tas dan dibuang secara acak di sepanjang jurang Jalan Raya Pacet–Cangar, Kabupaten Mojokerto, sebelum ditemukan oleh warga lokal pada awal September 2025.

5. Kasus Dwi Bagus Martono (Madiun, September 2026)

dwi bagus martono (suara.com)

Kasus kejahatan yang mengguncang Madiun ini terungkap setelah keluarga melaporkan hilangnya Dini Hardiyanti (30) beserta anak balitanya, AGF (4), sejak September 2026. Penyelidikan gabungan Polda Jatim dan Polres Madiun Kota mengidentifikasi tersangka Dwi Bagus Martono, suami siri korban, yang menghabisi nyawa kedua korban pada 20 September 2026 di sebuah hotel di Madiun dan di dalam mobil akibat percekcokan asmara serta kecemburuan terkait keberadaan istri sah tersangka. 

Untuk memusnahkan bukti secara total, tersangka membakar jasad kedua korban, lalu memutilasi dan memasukkan jasad yang hangus ke dalam mesin penggiling daging listrik berkapasitas industri seharga Rp13 juta yang dibeli dari Gresik. Sisa gilingan jasad tersebut kemudian dibakar kembali sebelum akhirnya dibuang ke saluran air dan sungai guna mengelabui tim penyidik kepolisian.

Rentetan peristiwa kejahatan ini menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum dan instansi terkait di tingkat daerah maupun nasional. Penanganan kasus mutilasi di Jawa Timur secara tuntas dan transparan diharapkan dapat mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat serta mencegah berulangnya kejahatan serupa di masa mendatang.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Singapura Berencana Denda Perusahaan Penyebab Karhutla Hingga Rp284 Miliar
• 8 jam lalu
0
thumb
Rupiah menguat dipengaruhi hasil pemilu paruh waktu AS
• 5 jam lalu
0
thumb
Pengumuman MSCI Picu Dana Asing di Pasar Modal Keluar Rp16,88 Triliun
• 13 menit lalu
0
thumb
3 Jenderal Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Menko Polkam Pastikan Keamanan Kondusif
• 15 jam lalu
0
thumb
Populer Ekonomi: Emas UBS dan Galeri 24 hingga AS Penyumbang Terbesar Surplus Perdagangan
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.