IHSG Berpeluang Naik, Analis Jagokan Saham BBCA, ANTM hingga PGAS

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada perdagangan Kamis (5/11). Analis merekomendasikan sejumlah saham, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), hingga PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas mengatakan, secara teknikal IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda technical rebound setelah menyentuh area support Fibonacci di level 4.830–4.761.

Meski demikian, indeks masih bergerak jauh di bawah MA20 (5.420). Sementara itu, indikator MACD masih berada di area negatif, dengan garis MACD (-297) di bawah garis sinyal (-271).

"Hal ini mengindikasikan tren bearish masih dominan meskipun tekanan jual mulai mereda," tulis Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas, Kamis (5/11).

Pada perdagangan berikutnya, IHSG berpeluang menguji level resistance 4.962–5.000. Namun, jika belum mampu menembus area tersebut, indeks berisiko kembali melemah menuju level support 4.830–4.761. Adapun resistance berikutnya berada di level 5.137.

Support merupakan area harga yang diperkirakan menjadi batas bawah pergerakan saham. Saat menyentuh support, Harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sebaliknya, resistance merupakan area yang diperkirakan menjadi batas atas pergerakan harga saham. Pada level ini, tekanan jual cenderung meningkat sehingga kenaikan harga berpotensi tertahan.

Melihat sentimen untuk perdagangan hari ini, tim riset BRI Danareksa mengatakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan stabilitas sistem keuangan masih terjaga dan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 sebesar 5,4–5,5%.

Namun, pasar masih perlu mencermati isu penyadapan yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi Polri. Persoalan ini berpotensi menambah ketidakpastian politik dan memengaruhi persepsi risiko investasi.

Sementara untuk faktor global, hasil Pemilu Sela AS turut menjadi perhatian pasar terkait arah kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump. Selain itu, data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) September menunjukkan jumlah lowongan kerja meningkat menjadi 7,523 juta, melampaui ekspektasi pasar sebesar 7,10 juta.

Menurut tim riset, data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed serta pergerakan dolar AS.

Tim Riset BRI Danareksa merekomendasikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai IHSG masih berada di antara fase pemulihan (rebound) dan risiko penurunan lanjutan (breakdown).

Nafan merekomendasikan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
TVS Dorong Penggunaan Helm SNI bagi Penumpang Anak
• 12 jam lalu
0
thumb
23 Kontainer Kayu Merbau Ilegal Asal Papua Disita di Surabaya
• 16 jam lalu
0
thumb
Simak Prakiraan Cuaca Jakarta Hari ini Kamis 5 November 2026, Jaksel Waspada Turun Hujan!
• 1 jam lalu
0
thumb
Sadap Prabowo, MenHAM Natalius Pigai Sebut Listyo Sigit Pengkhianat Bangsa
• 18 menit lalu
0
thumb
Kata Suami Korban Soal Pelaku Pembunuhan dan Perampokan di Indramayu: Tetangga yang Sering Diberi Pekerjaan
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.