Zurich Sebut Influenza dan ISPA Dorong Meningkatnya Klaim Asuransi Kesehatan

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Zurich Asuransi Indonesia (ZADI) mencatat penyakit kronis merupakan salah satu pemicu utama kenaikan nilai klaim asuransi kesehatan.

Zurich Sebut Influenza dan ISPA Dorong Meningkatnya Klaim Asuransi Kesehatan. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk (ZADI) mencatat penyakit kronis merupakan salah satu pemicu utama kenaikan nilai klaim asuransi kesehatan.

Meski demikian, porsi klaim yang signifikan juga bersumber dari penyakit yang tergolong berisiko rendah dan mudah dicegah, namun memiliki frekuensi kejadian yang tinggi di tengah masyarakat.

Baca Juga:
Asuransi Mikro Jadi Andalan Zurich Syariah, Efektif untuk Bangun Basis Nasabah

Country Manager dan Presiden Direktur Zurich Asuransi Indonesia, Edhi Tjahja Negara mengatakan, beberapa di antaranya adalah penyakit influenza serta infeksi saluran pernapasan atas (upper respiratory tract infection/URTI) atau ISPA. Meskipun pengeluaran medis per kasus cenderung kecil, tingginya frekuensi insidensi secara kolektif berpotensi mengerek total akumulasi nilai klaim perusahaan.

“Influenza dan ISPA, penyakit akut respiratori, itu frekuensinya tinggi, sering terjadi. Walaupun mungkin biayanya secara individual case tidak terlalu tinggi, tapi sering terjadi,” ujar Edhi dalam konferensi pers 35 Tahun Zurich Indonesia di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga:
Segmen EV Kian Cerah, Zurich Indonesia Gencar Kembangkan Produk Khusus

Untuk mengantisipasi dampak lonjakan klaim kesehatan (medical claim inflation), Zurich Indonesia memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan di ekosistem kesehatan, termasuk jaringan rumah sakit mitra.

Langkah intervensi ini diambil untuk memetakan komponen pemicu biaya perawatan sekaligus merumuskan skema efisiensi tanpa mengorbankan mutu layanan medis nasabah.

Baca Juga:
Rasio Risk-Based Capital Zurich Indonesia 300 Persen, Lampaui Standar OJK

"Bagaimana kita bisa bekerja sama untuk kemudian lebih memahami apa yang mendorong biaya-biaya klaim, apa yang kemudian bisa sama-sama dengan solusi yang dikerjakan untuk best outcome untuk pasien atau untuk nasabah, tapi juga dengan tingkat biaya yang sustainable,” kata Edhi.

Selain kolaborasi ekosistem, Zurich Indonesia mengakselerasi program promotif dan preventif melalui perluasan akses fasilitas kesehatan sejak nasabah dalam kondisi prima demi menekan potensi risiko klaim di kemudian hari.

Dari sisi operasional, perseroan turut mengoptimalkan pemanfaatan teknologi analitik data guna mengidentifikasi pola tren klaim berdasarkan pemetaan wilayah geografis hingga klasifikasi jenis penyakit, sehingga mitigasi biaya dapat dilakukan secara lebih presisi.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga CPO, Batu Bara, Nikel, dan Timah Kompak Melemah
• 1 jam lalu
0
thumb
Kala AS Sangsi Bisikan Israel soal Iran Pakai Senjata Kimia
• 4 jam lalu
0
thumb
Daftar Nomor Darurat Indonesia yang Bisa Dihubungi Saat Siaga Darurat
• 2 jam lalu
0
thumb
Prabowo ke Kapolri soal Kasus Listyo Sigit Cs: Jangan Ada yang Ditutupi!
• 21 jam lalu
0
thumb
Sidang TPPU-Pemerasan Febrie Adriansyah Dkk, Saksi Ungkap Penggunaan Jasa DR Law Firm hingga Bayar Rp8 Miliar
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.