Jakarta: Sebanyak 200 petugas gabungan Kecamatan Cengkareng menertibkan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar di sekitar RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu, 4 November 2026. Sebanyak lima gerobak dan belasan perlengkapan dagang PKL diangkut.
"Kemudian, dari teman-teman Dishub (Dinas Perhubungan), ada 55 motor kena Oprasi Cabut Pentil (OCP), enam motor diangkut, dan satu mobil diderek untuk diproses," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat Herry Purnama, saat dikonfirmasi di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 4 November 2026.
Baca Juga :
Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia"PKL-PKL di sepanjang jalan lingkungan RSUD Cengkareng ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat, siang atau malam. Selain itu, kawasan ini jadi akses warga yang datang berobat," ujar Suhardin.
Ilustrasi Satpol PP. Foto: Medcom.id.
Keberadaan PKL, kata Suhardin, juga menimbulkan kesan kumuh akibat sampah sisa dagangan yang dibuang sembarangan. Sehingga memicu bau tidak sedap.
Menurut dia, persoalan PKL bukan kali pertama ditangani. Sebelumnya, petugas telah melakukan penertiban, dan para pedagang sempat berpindah lokasi. Namun, sebagian kembali berjualan karena mengaku lokasi sebelumnya kurang diminati pembeli.
"Memang, sebelumnya sudah dilakukan penertiban, dan mereka sempat mengikuti arahan untuk pindah. Namun, karena dagangannya kurang laku di lokasi tersebut, akhirnya mereka kembali lagi. Padahal, jalan itu merupakan fasilitas umum yang juga menjadi hak masyarakat untuk beraktivitas," tutur Suhardin.
Sebagai solusi, pihak kecamatan telah mengarahkan para pedagang untuk berjualan di lokasi yang telah disediakan, di antaranya Pasar Cengkareng serta lahan kosong yang dikelola oleh organisasi masyarakat (ormas) tidak jauh dari kawasan RSUD tersebut.





Komentar (0)