Perkembangan tren kecantikan di Indonesia kini kian bergeser. Para pecinta parfum tak lagi sekadar mencari wewangian yang wangi dan fungsional, tetapi mulai beralih ke kreasi niche dan artisanal yang memiliki narasi mendalam. Parfum kini dianggap sebagai medium ekspresi identitas dan kurasi gaya hidup kelas atas.
Menjawab evolusi preferensi yang semakin sophisticated ini, YSL Beauty resmi meluncurkan mahakarya Haute Parfumerie terbarunya di Jakarta, yakni Le Vestiaire des Parfums (LVDP) COEUR.
Terinspirasi dari Jimat Keberuntungan di Panggung RunwayBerbeda dari parfum komersial biasa, COEUR diracik oleh Master Perfumer Daniela Andrier dengan membawa sepotong sejarah privat dari sang maestro mode, Yves Saint Laurent. Wewangian ini adalah interpretasi olfaktori dari Cœur fétiche sebuah bros hati legendaris buatan desainer perhiasan Roger Scemama pada tahun 1961. Jimat berhias kristal merah dan berlian smoky gray ini selalu disematkan pada busana model favorit sang desainer di setiap peragaan busana hingga tahun 2002.
Aroma Kontras Hot-and-Cold dengan Kebanggaan LokalMendobrak pakem wewangian amber konvensional, COEUR menghadirkan sensasi kontras radikal antara panas dan dingin. Semprotan pertamanya menyuguhkan cold aldehydes yang tajam dan dingin bagai kilau logam, lalu perlahan melebur menjadi kehangatan carnal red amber yang memikat.
Bagian paling menarik bagi beauty enthusiast Tanah Air adalah kehadiran kekayaan botani nusantara. Parfum berkarakter genderless ini menggunakan dark Indonesian patchouli (nilam Indonesia) yang dipadukan dengan Virginian cedarwood sebagai fondasi aroma, memberikan sillage yang awet dan sentuhan earthy yang intens.






Komentar (0)