BTP Surabaya Catat Penurunan Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Jatim

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Jumlah kecelakaan atau temperan kereta api di perlintasan sebidang di Jawa Timur sepanjang 2026 disebut mengalami penurunan.

Ferdian Suryo Adhi Pramono Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya mengatakan, hingga 4 November 2026, tercatat 22 kejadian temperan kereta api di perlintasan sebidang di Jawa Timur.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan 2022 yang mencatat 42 kejadian. Penurunan ini, menurut Ferdian, merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten/kota, dinas perhubungan, serta PT KAI Daop 7, 8, dan 9.

“Jadi, jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang di tahun 2026 ini justru memperlihatkan adanya penurunan tren yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Ferdian dalam Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang Kereta Api di Malang, Rabu (4/11/2026).

“Pada 2026 ini, sampai hari ini ada 22 kejadian temperan KA di perlintasan sebidang. Secara umum hasil dari kolaborasi kami bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dishub pemerintah kota dan kabupaten, serta rekan-rekan operator PT KAI Daop 7, 8, dan 9, tercatat turun hampir 50 persen dibandingkan 2022 dengan 42 kejadian, tapi kami selalu berharap jumlahnya berhenti sampai di sini,” imbuhnya.

Berdasarkan data yang disampaikan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, jumlah temperan KA di perlintasan sebidang pada 2022 tercatat 42 kejadian.

Kemudian menurun menjadi 33 kejadian pada 2023, lalu meroket menjadi 57 kejadian sepanjang 2024. Kemudian jumlah temperan KA di perlintasan sebidang tercatta 34 peristiwa pada 2025.

Menjelang Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027, Ferdian mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin saat melintasi jalur kereta api.

Menurutnya, pelanggaran terhadap aturan keselamatan menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan di perlintasan sebidang.

“Kecelakaan hampir selalu terjadi karena adanya pelanggaran dan hampir seluruhnya fatal,” ujarnya.

Ferdian menegaskan, penanganan keselamatan perlintasan sebidang juga menjadi perhatian pemerintah sesuai arahan Prabowo Subianto Presiden RO. Upaya tersebut akan dilanjutkan melalui penanganan perlintasan di berbagai wilayah Jawa Timur.

Pada 2027, Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya berencana melakukan penanganan perlintasan sebidang mulai dari wilayah barat hingga timur Jawa Timur. Pelaksanaannya akan dilakukan melalui koordinasi dengan PT KAI di seluruh daerah operasi.

“Pada 2027 nanti, kami akan mulai melakukan penanganan di perlintasan sebidang di Jawa Timur, mulai dari ujung barat hingga ujung timur. Tentunya berkolaborasi dengan rekan-rekan PT KAI di seluruh Daop,” kata Ferdian. (fia/saf/ipg)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah ajak masyarakat percaya Polri usut penyadapan ilegal
• 19 jam lalu
0
thumb
Verdonk Ingin Pajang Trofi Man of the Match Liga Champions di Samping Televisi
• 3 jam lalu
0
thumb
Menperin Ungkap Syarat Utama Tenaga Kerja Lokal Bisa Terserap Industri
• 7 jam lalu
0
thumb
Pengamat Senior Ini Tiba-tiba Prediksi Marc Marquez Bisa Pensiun dari MotoGP Lebih Cepat Gara-gara Hal Ini
• 24 menit lalu
0
thumb
Listyo Sigit Cs Tersangka Penyadapan Prabowo, Polri: Kita Tetap Solid!
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.