JAKARTA, KOMPAS.TV- Setelah anjlok 3,78 persen pada perdagangan sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun 47,33 poin atau 0,97 persen ke level 4.856,96 pada Rabu (4/11/2026) pagi.
Kenaikan inflasi pangan di dalam negeri yang dirilis BPS, tekanan saham teknologi, hingga hasil pemilu sela Amerika Serikat (AS) menjadi perhatian investor.
Pada pembukaan perdagangan Rabu (3/11), Indeks LQ45 ikut melemah 3,51 poin atau 0,71 persen ke posisi 493,76. QSehari sebelumnya, indeks yang berisi 45 saham unggulan itu turun 3,98 persen ke level 497,27.
Pada Selasa (3/11/2026), IHSG sempat dibuka menguat sebelum berbalik arah dan ditutup turun 192,54 poin ke level 4.904,29.
Baca Juga: 11 Kereta Jarak Jauh Tambah Pemberhentian di Stasiun Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan investor bersikap hati-hati menjelang pemilu sela AS.
Pemungutan suara berlangsung pada Selasa (3/11/2026) waktu setempat, sehingga hasilnya menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan Rabu di Indonesia.
Pelemahan Bursa dan Tekanan Jual di Wall StreetNico juga mengaitkan pelemahan bursa pada Selasa dengan tekanan jual di Wall Street. Menurut dia, investor mengkhawatirkan besarnya belanja perusahaan untuk kecerdasan buatan atau AI serta ketidakpastian pengembalian dari investasi tersebut.
Dari dalam negeri, Nico menyoroti kenaikan inflasi pangan dari 5,03 persen menjadi 5,81 persen pada Oktober 2026. Ia menilai kenaikan itu menunjukkan gangguan pasokan pangan akibat El Nino masih terasa.
Baca Juga: Pemilu Sela AS: Agenda Ekonomi Trump Hadapi Ujian jika Demokrat Rebut DPR
Pada saat yang sama, inflasi inti melandai dari 2,84 persen menjadi 2,56 persen secara tahunan.
“Penurunan inflasi inti dapat melonggarkan tekanan bagi bank sentral,” kata Nico dalam kajiannya pada Selasa, dikutip dari Antara.
Namun, Nico mengatakan pelaku pasar juga membaca perlambatan inflasi inti sebagai sinyal melemahnya permintaan, terutama di kalangan masyarakat menengah ke bawah.
Ia menyebut kenaikan harga pangan membuat rumah tangga lebih banyak mengalokasikan pendapatannya untuk kebutuhan pokok dan mengurangi belanja lain.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas.tv, Antara
- ihsg hari ini
- ihsg 4 november
- pemilu sela as
- inflasi pangan indonesia
- data inflasi bps






Komentar (0)