Pernyataan Lengkap Kabareskrim soal Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Pihak kepolisian menetapkan tiga jenderal polisi sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan hingga illegal access yang salah satu targetnya ialah Presiden Prabowo Subianto. Ketiga jenderal polisi itu adalah Mantan Kapolri yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Presiden, Listyo Sigit. Lalu Kadiv Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Pol Eko Hadi.

Ketiga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan hingga illegal access yang salah satu targetnya ialah Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga :
Jenderal Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Bagaimana Nasib Jabatan KSP?
Respons Menohok Politisi Gerindra soal Listyo Sigit Cs Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Presiden: Waktunya Bersih-bersih

"Berdasarkan hasil penyelidikan secara Scientific Crime Investigation dan proses manajemen penanganan perkara, penyelidik telah menetapkan 3 orang tersangka dengan inisial LSP, ASN, dan EH. Sementara 1 orang lagi masih dalam pemeriksaan sebagai saksi yaitu saudara SU," kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komisaris Jenderal Polisi Asep Safrudin dalam keterangannya di Bareskrim Polri, Selasa (3/11/2026).

Berdasarkan keterangan Komjen Pol Asep, ketiga tersangka diduga melakukan penyadapan sejak tahun 2025 hingga Oktober tahun 2026. Ketiganya kata dia, memerintahkan penyadapan tanpa penyidik maupun lampiran laporan polisi (LP). Para tersangka kemudian dilakukan penyadapan tanpa ada kaitannya dengan penegakan hukum terhadap nomor presiden Prabowo. Lalu menghapus file hasil sadapan.

"Terdapat beberapa nomor tersebut dimaskkaan ke server LIMS (Lawful Interception Management System) tanpa melalui verifikasi. Kemudian nomor-nomor tersebut disadap tanpa kaitan atau tanpa adanya proses penegakan hukum baik penyelidikan dan penyidikan berdasarkan undang-undang yang berlaku. Pada sekitar bulan Oktober 2026, tersangka memerintahkan untuk penghapusan file hasil sadapan pada komputer sistem LIMS tersebut. Selanjutnya pelapor selaku petugas yang mengetahui hal tersebut membuat laporan polisi pada tanggal 30 Oktober 2026," kata dia.

Kabareskrim menyebut, ketiga tersangka disangkakan pasal KUHP dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. Adapun pasal yang disangkakan untuk ketiganya antara lain, pertama pasal 258 UU No 1 2023 Tentang KUHP yang berbunyi secara melawan hukum, mendengarkan, merekam, membelokkan, mengubah, menghambat dan atau mencatat transmisi informasi elektronik yang tidak bersifat publik.

"Dengan ancaman pidana selama 10 tahun," kata dia.

Lalu yang kedua pasal pasal 332 Ayat 1 dan atau Ayat 2 Undang-Undang No. 1 tahun 2023 KUHP yang berbunyi dengan sengaja dan tanpa hak mengakses komputer dan atau sistem elektronik milik orang lain dengan cara apapun termasuk untuk memperoleh informasi elektronik. Pasal ini mengatur ancaman pidana penjara selama 6 tahun.

Baca Juga :
Yusril Sebut Penyadapan Presiden Prabowo sebagai Masalah Serius bagi Negara
Detik-detik Terakhir Listyo Sigit Sebelum Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo, Ternyata Sempat Lakukan Ini
Soal Aktor Intelektual di Atas Listyo Sigit dalam Penyadapan Presiden Prabowo, Yusril: Apakah Ada Pihak Asing?

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BPBD DKI salurkan 10 ribu liter air bersih kepada warga Angke Jakbar
• 17 jam lalu
0
thumb
Ikut Perintah Kapolri, Polda Metro Jaya Larang Anggotanya Merokok Vape di Lingkungan Kerja
• 20 jam lalu
0
thumb
Aktivis sebut Penyadapan terhadap Presiden itu Digolongkan Tindak Pidana Makar
• 58 menit lalu
0
thumb
Menkeu Bantah Pajak Transfer Antarbank Mulai 9 November: PPN Bukan atas Uang yang Dikirim
• 19 jam lalu
0
thumb
Bareskrim Amankan 11 HP, 1 iPad, dan 4 Flashdisk di Kasus Listyo Sigit dkk Sadap Presiden
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.