Para siswa sekolah menengah di Prancis memegang spanduk bertuliskan "Generasi Revolusi" di hadapan polisi antihuru-hara CRS saat mereka berkumpul untuk memblokir akses ke SMA Helene Boucher di Paris, Prancis, Selasa (3/11/2026). (REUTERS/Sarah Meyssonnier)
2/6Aksi ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi menuntut perbaikan dalam reformasi pendidikan, sistem penerimaan universitas, dan pendanaan sekolah yang menurut para siswa, masih jauh dari tuntutan mereka. (REUTERS/Sarah Meyssonnier)
Menurut Kementerian Pendidikan sebagaimana dilaporkan media setempat hingga pukul 09.30 waktu setenpat, sebanyak 48 sekolah menengah (sekitar 1% dari total sekolah menengah di seluruh Prancis) telah diblokade. (REUTERS/Sarah Meyssonnier)
4/6"Kami menuntut penghapusan total Parcoursup," ujar Gabriel, seorang siswa berusia 16 tahun, merujuk pada platform penerimaan universitas di Prancis. Ia menambahkan bahwa usulan pemerintah dan komitmen pendanaan yang diberikan masih belum memadai. Siswa lainnya menuduh pihak berwenang merespons blokade damai tersebut dengan tindakan represif, seraya menegaskan tekad mereka untuk terus melanjutkan aksi protes. (REUTERS/Sarah Meyssonnier)
Demonstrasi ini terjadi di tengah gelombang protes "Gen Z" yang meluas di sejumlah negara Eropa, dipicu oleh kekhawatiran mengenai biaya hidup, pendidikan, dan persepsi akan kurangnya tindakan nyata dari pihak politik. Di Prancis, para siswa menuntut renovasi sekolah-sekolah yang sudah tua, penambahan jumlah guru, penambahan kuota kursi di universitas, serta perombakan total sistem penerimaan mahasiswa—yang menurut para kritikus, justru merugikan sebagian siswa. (REUTERS/Sarah Meyssonnier)
6/6Pekan lalu, Menteri Pendidikan Edouard Geffray mengusulkan sejumlah langkah, termasuk pengurangan jumlah siswa per kelas, alokasi miliaran euro untuk renovasi sekolah, penambahan kuota di perguruan tinggi, serta penerapan sistem penerimaan baru paling lambat tahun 2028. Namun, perwakilan siswa menolak tawaran tersebut karena dianggap tidak mencukupi dan menyatakan bahwa aksi protes akan terus berlanjut. (REUTERS/Sarah Meyssonnier)





Komentar (0)