Bakal Diluncurkan Prabowo, Menteri LH: Tobat Ekologis harus Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan Gerakan Tobat Ekologis Nasional membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh dan organisasi keagamaan.

Gerakan ini bertujuan membangun kesadaran bersama untuk memperbaiki kerusakan lingkungan dan memulihkan kondisi alam.

Hal tersebut disampaikan Jumhur saat melakukan silaturahmi dengan jajaran Pengurus Pusat Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) di Gedung Khonghucu Yayasan Tepasalira, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (3/11/2026).

Jumhur menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dengan para tokoh agama untuk berdiskusi sekaligus meminta dukungan terhadap rencana pelaksanaan Gerakan Tobat Ekologis Nasional.

"Kedatangan kami ke sini berkaitan dengan niat untuk berdiskusi dan meminta restu dari tokoh-tokoh agama mengenai rencana Gerakan Tobat Ekologis Nasional," ujar Jumhur.

Menurutnya, istilah tobat ekologis mengandung semangat keagamaan yang diwujudkan melalui kesadaran untuk memperbaiki hubungan manusia dengan bumi. Ia menilai setiap individu, organisasi, pemerintah, hingga korporasi memiliki tanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang pernah terjadi.

"Pada prinsipnya, kita semua pasti pernah bersalah terhadap bumi dan lingkungan. Karena itu, kita ingin bertobat, baik dalam perspektif individu, organisasi, pemerintahan, maupun korporasi," katanya.

Jumhur menegaskan, upaya menyelamatkan bumi harus menjadi gerakan bersama tanpa membedakan usia, tingkat pendidikan, agama, etnis, maupun negara. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

"Ini cocok sekali kita menjadi bagian dari gerakan tersebut. Tidak ada jarak di antara kita karena sesungguhnya semua berkepentingan untuk menyelamatkan bumi," ujarnya.

Ia mengungkapkan, Gerakan Tobat Ekologis Nasional rencananya akan diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Pelaksanaannya akan mencakup edukasi masyarakat dan penegakan hukum, dengan capaian pemulihan lingkungan yang dievaluasi dalam kurun waktu satu hingga dua tahun.

Jumhur mengatakan, keberhasilan gerakan tersebut harus memiliki indikator yang terukur. Di antaranya jumlah pohon yang ditanam, penurunan praktik pembuangan limbah sembarangan, serta jumlah sungai yang berhasil dipulihkan hingga kembali jernih.

"Misalnya, berapa miliar pohon yang ditanam, berapa banyak limbah yang dibuang sembarangan kini berkurang atau hilang, serta berapa banyak sungai yang kembali jernih. Semua itu bagian dari Tobat Ekologis. Parameternya harus jelas dan kita harus memiliki instrumen untuk mengukurnya," jelasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KAI Jelaskan Alasan Bikin Nama dan Rute KA Jarak Jauh Sama Meski Jam Beda
• 11 jam lalu
0
thumb
Pemkab Pidie Jaya Minta Kemenbud Selamatkan 81 Situs Bersejarah yang Terancam Rusak Akibat Banjir Bandang
• 23 jam lalu
0
thumb
Serikat Mahasiswa Prancis Umumkan Aksi Protes Besar pada 3 dan 5 November
• 17 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Bersiap Perkuat Pemungutan Pajak Digital Mulai 9 November 2026, Pengawasan Transaksi Elektronik Jadi Sorotan
• 14 jam lalu
0
thumb
Keji! Pria di Makassar Rampok dan Aniaya 13 Wanita, Modus Ajak Kencan via Sosmed
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.