Trump Bakal Setop Bantuan Militer Rp 72 T ke Israel: Mereka Tak Butuh Lagi

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS akan menghentikan bantuan sebesar USD 4 miliar kepada Israel akhir tahun ini. Trump mengatakan Israel sudah tidak membutuhkan bantuan lagi.

Jika USD 4 miliar itu dirupiahkan dengan rupiah saat ini yakni USD 1 senilai Rp 18.123, maka USD 4 miliar adalah Rp 72,492 triliun.

"Ini adalah bahan perdebatan yang buruk, karena ketika seseorang bertanya, 'Mengapa kita tidak memberikan USD 4 miliar kepada semua pihak?'-Israel adalah prioritas utama kita; kita memberikan lebih banyak kepada mereka dibandingkan pihak mana pun, padahal mereka tidak lagi membutuhkannya," ujar Trump dilansir CNN, Selasa (3/11/2026).

AS diketahui memberikan bantuan militer sebesar USD 3,8 miliar per tahun kepada Israel berdasarkan nota kesepahaman 10 tahun yang dimulai pada 2018 dan akan berakhir pada 2028. Israel diperbolehkan menggunakan bantuan itu untuk membeli persenjataan AS, sehingga dana tersebut pada akhirnya kembali kepada produsen senjata Amerika.

Baca juga: Meme Satire Mamdani saat Prestasi NYC Diklaim Pemerintahan Trump

Trump menyatakan bahwa jika Israel memang membutuhkan dana tersebut, ia akan tetap melanjutkan pemberian bantuan, namun ia menambahkan bahwa dirinya telah "mencapai kesepakatan" dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Pengumuman Trump ini muncul satu minggu setelah pemilihan umum di Israel, di mana presiden AS tersebut memberikan dukungan penuh kepada Netanyahu. Trump menyebut Netanyahu sebagai "tipe mitra yang diharapkan Amerika Serikat dari Israel-sebuah negara yang telah menerima begitu banyak dukungan dari AS."

Baca juga: Israel Siaga Tinggi Jelang Pemilu Sela AS

Kabar mendadak mengenai penghentian bantuan AS untuk Israel ini tampak sebagai perubahan sikap yang drastis, sekaligus menghilangkan salah satu pilar utama dukungan militer AS terhadap Israel.

Laporan CNN mengatakan komunikasi terakhir yang dilaporkan antara kedua pemimpin tersebut terjadi pada Sabtu (31/10) lalu. Belum diketahui apakah mereka telah berbicara kembali sejak saat itu.

Baca juga: Ancaman Baru Iran via Reklame Raksasa: Kami Akan Bunuh Trump!




(zap/ygs)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Golkar Dorong Pimpinan Parpol Bertemu dan Tentukan Sikap soal Putusan Suket Gibran Tidak Sah
• 12 jam lalu
0
thumb
Bantah Terlibat, Istri Sah Tersangka Pembunuhan di Madiun Akhirnya Buka Suara Soal Pengkhianatan Suami dan Pernikahan Siri
• 4 jam lalu
0
thumb
Dwi Bagus Pembunuh Istri Siri dan Anak Engineer Freelance, Sering Kerja di LN
• 2 jam lalu
0
thumb
Diego Simeone Siapkan Taktik Realistis Jamu Bayern Munich di Metropolitano
• 5 jam lalu
0
thumb
Yusril Sebut Belum Ada Kesimpulan soal WNI yang Bergabung dengan Militer Rusia
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.