JAKARTA, DISWAY.ID - Pendiri sekaligus Pimpinan Majelis Burdah Miftahussalamah Bogor, Habib Nabil bin Ridho Al Habsyi, menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto atas langkah cepat dan tegas mencopot Kapolres Sukoharjo menyusul polemik penggeledahan pondok pesantren di wilayah tersebut.
“Saya melihat langkah yang dilakukan Bapak Kapolri merupakan bentuk nyata dari kepemimpinan yang mendengar suara rakyat, memperhatikan aspirasi dari pesantren, dan hadir memberikan respons terhadap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat,” ujar Habib Nabil, Senin 2 November 2026.
Kapolri mencopot Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena pada hari yang sama.
BACA JUGA:Kapolres Sukoharjo Dicopot Buntut Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo
Pencopotan tersebut merupakan buntut dari polemik penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Quran di Desa Parangjoro, Grogol, Sukoharjo, pada Selasa 27 Oktober 2026 dini hari.
Penggeledahan itu dilakukan dalam rangka penyidikan kasus perusakan dan pembakaran sebuah warung makan.
Sebanyak 12 santriwati dan empat ustazah dilaporkan merasa terintimidasi oleh kedatangan aparat.
Selain Kapolres, tiga personel lain, yakni Kasat Reskrim, Kanit Pidum, dan Kanit PPA Polres Sukoharjo, turut diperiksa Propam Polri dan dinonaktifkan.
BACA JUGA:Dari Penolakan Warung Mi Babi hingga Penggeledahan Pesantren Putri di Sukoharjo, MUI dan Persis Ikut Bereaksi
Posisi Kapolres Sukoharjo kini dijabat AKBP Indra Maulana Saputra.
Menurut Habib Nabil, langkah Kapolri tersebut merupakan wujud sesungguhnya dari semangat Polri Bersama Masyarakat.
“Slogan tersebut bukan sekadar rangkaian kata atau semboyan institusi, melainkan komitmen yang benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata,” katanya.
BACA JUGA:Kecam Penggrebekan Ponpes di Sukoharjo, Habib Bahar: Pecat Kapolda Jateng atau Saya Geruduk Mabes Polri!
Ia menilai, ketika suara masyarakat didengar dan aspirasi kalangan pesantren mendapat respons dari pimpinan tertinggi Polri, kepercayaan dan kedekatan antara Polri dan masyarakat akan semakin terbangun.
“Kami berharap langkah ini menjadi contoh bahwa Polri senantiasa hadir sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat, serta menjadi mitra yang dekat dengan masyarakat dan pesantren,” tuturnya.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)