JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah akan membangun fasilitas penyimpanan minyak (storage) di sejumlah wilayah Sumatera sebagai langkah memperkuat ketahanan energi nasional. Fasilitas itu dipersiapkan untuk meningkatkan kapasitas cadangan minyak mentah (crude oil) nasional dengan target penyimpanan yang mampu menopang kebutuhan energi hingga 60 hari.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa rencana pembangunan storage itu menjadi salah satu pembahasan dalam rapat terbatas bersama dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
“Kita akan membangun storage di beberapa wilayah Sumatera. Jadi, ketika kita melakukan impor crude, semuanya bisa tertampung dengan kapasitas cadangan di atas 20 hari. Target kita bisa sampai 60 hari,” ujar Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/11).
BACA JUGA:Bahlil Tegaskan Ekspor SDA Harus Langsung ke Negara Tujuan, Langsung Saja!
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah juga akan memastikan lokasi pembangunan fasilitas penyimpanan tersebut memenuhi aspek keselamatan dan keamanan.
“Di akhir tahun ini, kita akan mulai mengecek lokasi dari sisi keamanan, baik dalam konteks potensi gempanya maupun keamanan lokalnya,” terangnya.
Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas cadangan energi nasional secara bertahap agar dapat mendekati standar minimum dunia, yakni 90 hari atau tiga bulan.
BACA JUGA:Bahlil Tegaskan Indonesia Belum Ekspor Listrik ke Singapura, Prioritas Dalam Negeri
“Storage-nya akan kita upayakan untuk mencapai standar minimum dunia. Standar minimum dunia itu kan tiga bulan atau 90 hari. Jadi, kita akan mendekati ke sana. Minimal kalau tidak sama, setidaknya mendekati angka tersebut,” jelas Bahlil.






Komentar (0)